Tumpah Ruah di Pasar Seni ITB 2014

Tumpah Ruah di Pasar Seni ITB 2014

Bandung -  Tepat pukul 08.00 WIB  Minggu (23/11), Pasar Seni ITB 2014 secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dengan memukul gong didampingi oleh Rektor ITB  Akhmaloka. Sejak dulu Pasar Seni ITB menyedot perhatian masyarakat, tak hanya warga Bandung tapi juga dari luar kota. Bahkan, untuk suksesnya gelaran terebut sepanjang Jalan Ganesha ditutup total.
 
"Karena  acara empat tahunan sekali tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kesebelaskalinya, maka pemukulan gong dilakukan sebelas kali," kata Heryawan. Gubernur pun sangat  mengapresasi penyelenggaraan kegiatan Pasar Seni ITB tersebut. "Seni itu memang sangat  penting, karena tanpa seni hidup pun akan garing," katanya.
 
Ribuan pengunjung seakan tumpah ruah di seputaran Jln. Ganesha yang terpusat di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Pasar seni ITB menghadirkan berbagai wahana dan seni khas mahasiswa ITB. Mulai dari seni lukis, patung, desain hingga karya berbagai aksesoris unik, baik untuk laki-laki maupun kaum hawa.
 
Perhatian para pengunjung pun banyak tersedot dengan instalasi robot jari raksasa dan replika dinosaurus berbahan seng. Mereka banyak yang mencoba untuk berfoto ria. Kehadiran jari robot raksasa di gerbang pintu masuk kampus ITB, menyita perhatian pengunjung dari berbagai kalangan, baik anak-anak maupun dewasa. 
 
Instalasi mekanis karya gabungan mahasiswa Seni Rupa dan Mesin ITB ini terbuat dari pipa, besi, dan aluminium. Material itu membentuk dome dan satu tangan, terdiri atas lima jari raksasa. Tiga dari lima jari terbalut aluminium itu terus bergerak naik turun secara bergantian yang digerakkan oleh sebuah mesin listrik. Sementara di dalam dome itu sendiri hadir seorang pria sebagai operator yang terus sibuk.
 
Sementara itu, Rektor ITB  Akhmaloka meminta maaf atas ketidaknyamanan masyarakat di hari Minggu ini terkaitpenyelenggaraan pasar seni tesebut. "Saya minta maaf kepada masyarakat ada kemacetan," katanya.
 
Akhmaloka pun mengajak kepada seluruh masyarakat untuk ikut serta datang ke Kampus ITB, guna menyaksikan gelaran empat tahunan sekali ini. "Kepada warga Bandung atau pengunjung Kota Bandung mari ke Jalan Ganesha atau ke ITB, untuk melihat kreasi dari mahasiswa kami. Acara ini bukan hanya untuk mahasiswa atau pegiat seni, tetapi diperuntukkan bagi seluruh elemen masyarakar," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:wisata,