Angklung Saung Udjo Pukau Para Diplomat di Markas PBB

Angklung Saung Udjo Pukau Para Diplomat di Markas PBB

Sekitar 30 seniman dari Saung Angklung Udjo Bandung dan House of Angklung berkolaborasi di Markas PBB New York. (foto - PTRI New York)

New York - Untuk pertamakalinya alunan angklung  terdengar di dalam gedung PBB New York, pada Senin 30 April 2018 waktu setempat. Sekitar 30 seniman berkolaborasi, yakni dari Saung Angklung Udjo dengan House of Angklung.

Bersama para penari dari Padepokan Jugala Taya mereka tampil memukau, tak kurang dari 500 diplomat dari 193 negara dan pejabat tinggi PBB yang memenuhi ruangan Ecosoc Markas PBB New York. Pagelaran budaya itu bertajuk "Bamboo for Peace: Enchanting Sounds and Rhythms of Indonesia".

Berdasarkan keterangan Perutusan Tetap RI untuk PBB, Selasa (1/5/2018) menyebutkan, alunan angklung untuk pertamakali terdengar di dalam gedung PBB New York, dan ratusan diplomat asing terkesima karena langsung dapat belajar dan berpartisipasi dalam orkestra musik tradisional Indonesia," sebut Duta Besar, Dian Triansyah Djani, yang juga Wakil Tetap (Watap) Indonesia untuk PBB di New York.

Para seniman angklung dan penari memukau penonton dengan lagu klasik tradisional seperti Blue Danube hingga lagu tradisional Indonesia seperti Bungong Jeumpa dari Aceh hingga Yamko Rambe Yamko dari Papua.

Menurut Triansyah, Indonesia ingin menunjukkan, seni budaya unik seperti angklung dapat menjadi sarana untuk perdamaian, kestabilan dan pembangunan. "Kita juga tegaskan komitmen Indonesia untuk selalu mengedepankan harmoni dan kemitraan dalam hubungan antar-bangsa," katanya.

Acara yang diselenggarakan oleh PTRI New York dan didukung oleh KBRI Washington DC dan Kementerian Pariwisata itu, diselenggarakan dalam rangka perayaan Hari Keanekaragaman Budaya untuk Dialog dan Pembangunan Dunia.

Angklung dipilih bukan hanya karena memiliki filosofi harmoni dan perdamaian, namun juga karena alat musik tersebut sejak 2010 telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Pertunjukan seni tari dan angklung tersebut menjadi salah satu upaya kampanye Indonesia dalam pencalonan, sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020.

Di bagian akhir pertunjukan, ratusan penonton bergabung dalam orkestra angklung dan bersama-sama memainkan lantunan lagu "We are the World" yang dipopulerkan oleh Michael Jackson. Hal itu untuk menggaungkan pesan agar negara anggota PBB bersatu dan kompak, dalam menciptakan perdamaian dunia. (Jr.)**

.

Categories:Hiburan,
Tags:,