Anggota DPRD Kota Mojokerto Choiroiyaroh Diperiksa KPK

Anggota DPRD Kota Mojokerto Choiroiyaroh Diperiksa KPK

Choiroiyaroh dari Fraksi PKB seusai diperiksa sebagai saksi atas kasus yang menyeret Walikota Mojokerto Masud Yunus. (foto - ist)

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap dua orang anggota DPRD Kota Mojokerto periode 2014-2019. Keduanya Choiroiyaroh (Fraksi PKB) dan Sonny Basoeki Rahardjo (Fraksi Golkar).

Pemeriksaan terkait kasus yang menyeret Walikota Mojokerto Masud Yunus, yang sudah menjadi tersangka. Masud Yunus menjadi tersangka kasus dugaan suap Pengalihan Anggaran pada Dinas PUPR Kota Mojokerto Tahun anggaran 2017. "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MY," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Diketahui, Masud Yunus ditetapkan sebagai tersangka KPK dalam kasus dugaan suap pada 23 November 2017 lalu. Dugaan suap itu terkait pengalihan anggaran dari anggaran hibah Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS) menjadi anggaran program penataan lingkungan pada Dinas PUPR Kota Mojokerto Tahun 2017.

Penetapan Masud berdasarkan pengembangan penyidikan yang dilakukan atas empat tersangka sebelumnya dalam kasus itu. Keempatnya yakni Ketua DPRD Kota Mojokerto, Purnomo; Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto, Abdullah Fanani; Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto, Umar Faruq; dan Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Pemkot Mojokerto, Wiwiet Febryanto.

Dalam kasus itu, Masud diduga melanggar Pasal 5 Ayat (1) Huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,