103 warga Tiongkok Penipu Online Diperiksa di Mapolda Bali

103 warga Tiongkok Penipu Online Diperiksa di Mapolda Bali

Sebanyak 103 warga negara Tiongkok penipu online diperiksa di Mapolda Bali. (foto - ist)

Badung - Sedikitnya 103 Warga Negara Tiongkok, yang merupakan pelaku penipuan online tengah diperiksa di Mapolda Bali. Mereka mengetahui skandal atau kasus hukum para korban, dengan cara membeli data di pasar gelap.
 
"Mereka mendapatkan data korban dengan membeli di pasar gelap. Itu yang akan kami kembangkan dan kami ungkap," kata Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Anom Wibowo.
 
Menurut Anom, dengan data tersebut para pelaku mengetahui identitas para korban dan kasus hukum maupun skandal para korbannya. Bahkan, mereka menipu korban dengan mengaku sebagai petugas yang berwajib atau aparatur dari instansi pemerintah.
 
"Mereka juga mengaku dari keluarga korban yang membutuhkan bantuan setelah terlibat kecelakaan. Kemudian mereka meminta uang untuk ditransfer," kata mantan Kapolres Tanjuk Perak itu. Kelebihan pelaku bisa mengubah nomor telepon yang mereka gunakan menghubungi korban.
 
Nomor-nomor tersebut mereka ubah menjadi nomor telepon kantor ataupun petugas keamanan di negaranya. 
"Kelebihan mereka bisa mengubah nomor telepon, sehingga ketika dikroscek oleh korban akan muncul nomor menyerupai nomor lembaga keamanan tertentu," katanya.
 
Meski modus penipuan tersebut identik dengan kelompok lainnya, polisi menyebut jaringan ini tidak ada kaitannya dengan jaringan lain yang telah ditangkap sebelumnya. "Tidak ada keterkaitan dengan jaringan sebelumnya. Kasus ini terpisah," tegas Anom.
 
Menurutnya, pengungkapan kali ini jumlahnya lebih besar dari pengungkapan Januari lalu. Ketika itu petugas mengamankan 64 warga Tiongkok dan Taiwan di Denpasar, Nusa Dua dan Pecatu. (Jr.)**
.

Categories:Infotech,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait