UMB Banjarmasin, Kampus 'Terapung' Pertama di Atas Air

UMB Banjarmasin, Kampus 'Terapung' Pertama di Atas Air

Peresmian Kampus UMB di Jalan Gubernur Syarkawi Lingkar Utara Kabupaten Barito Kuala. (foto - ist)

Barito Kuala - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) menjadi satu-satunya kampus, yang memiliki gedung "terapung" di atas air. Kampus di Jalan Gubernur Syarkawi Lingkar Utara Kabupaten Barito Kuala itu menggelar tiga acara, yakni peresmian gedung utama kampus terapung, peletakan batu pertama UMB Convention Center (UMBCC) dan peletakan batu pertama Masjid Ulul Albab.
 

Peresmian gedung kampus terapung Ahmad Azhar Basyir itu secara simbolis dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhamadiyah, Dr. H. Haidar Nasir. "Gedung itu memiliki konsep floating kampus (kampus terapung) yang pertama di Indonesia.

 

 

Disebutan, hal itu terinspirasi dari wisata pasar apung, sebagai identitas khas wisata Kalsel," kata Rektor UMB, H Akhmad Khairudin di Gedung Baru ULM, Sabtu (5/5/2018).
 

Diharapkan, UMB dapat melahirkan akademisi dan dapat memberikan kontribusi besar dalam pembangunan sumber daya manusia di Banua. Sehingga selaras dengan visi UMB menjadi universitas terkemuka, unggul, profesional, berkarakter Islam yang berkemajuan di Kalimantan tahun 2025 dapat tercapai sesuai target.

 

 

Dalam peletakan batu pertama Masjid Ulul Albab UMB dilakukan oleh Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammaed Abdullah Al-Shuaibi.
 

Sedangkan peletakan batu pertama UMBCC dilakukan oleh Prof. Dr. HA Malik Fadjar, selaku Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres RI) dan Gubernur Kalsel yang di wakili Asisten 1  Siswansyah SH.MH. (Jr.)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait