Disandera 29 Jam, Bripka Iwan Sarjana Akhirnya Dibebaskan

Disandera 29 Jam, Bripka Iwan Sarjana Akhirnya Dibebaskan

Suasana di sekitar Mako Brimob Kelapa Dua Depok saat polisi negosiasi dengan napi teroris. (foto - ist)

Depok - Bripka Iwan Sarjana akhirnya dibebaskan dari penyanderaan selama 29 jam oleh narapidana (napi) teroris Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Bripka Iwan Sarjana dibebaskan dengan kondisi luka-luka dan lebam di sejumlah bagian tubuhnya.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mako Brimob Kelapa Dua Depok Jawa Barat mengatakan, pembebasan Iwan Sarjana lewat negosiasi yang cukup panjang. Napi teroris tersebut meminta makanan, sedangkan polisi meminta sandera dibebaskan.

"Iwan Sarjana sudah berhasil kita bebaskan. Sekarang tengah dirawat di RS Polri Kramatjati," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal, Kamis (10/5/2018) dinihari.

Penyanderaan terhadap Iwan bersama lima polisi lainnya terjadi sejak Selasa 8 Mei malam sekitar pukul 19.30 WIB. Kerusuhan terjadi setelah terjadi gesekan antara narapidana teroris dengan penjaga atau sipir blok yang diisi teroris karena masalah makanan.

Sementara pada Rabu 9 Mei sekitar pukul 15.00 WIB dilaporkan, lima orang polisi gugur dan ada satu polisi yang masih disandera. Polri lalu mengonfirmasi anggota yang disandera itu bernama Bripka Iwan Sarjana. Polisi pun telah menunjuk empat orang tim negosiator.

Negoasiasi berlangsung alot. Sementara para napi juga memegang senjata yang direbut dari polisi yang dibunuh. Para napi itu pun menguasai tiga blok rutan. Untuk berkomunikasi dengan para napi, tim negosiator mengirim ponsel ke para napi.

"Polisi nggak(masuk ke area napi. Negosiasinya macam-macam, kalau dulu kita lempar pakai kabel kasih telepon. Kalau sekarang pakai handphone," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto. Setyo sendiri terakhir kali menghubungi tim negosiasi sebelum pukul 21.00 WIB. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,