15 Pasang Dijaring di Hotel Melati & Rumah Kos di Bandung

15 Pasang Dijaring di Hotel Melati & Rumah Kos di Bandung

Operasi cipta kondisi tim gabungan Satpol PP, Denpom Polrestabes dan Kodim 0618/BS Kota Bandung. (foto - ist)

Bandung - Sedikitnya15 pasangan tidak bisa membuktikan sah suami istri dan 141 botol minuman keras (miras) beralkohol diamankan Tim Gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Denpom Polrestabes Bandung dan Kodim 0618/BS Kota Bandung dalam operasi cipta kondisi, Jumat malam.

Razia digelar di dua titik yakni kawasan Jalan Pangarang dan Jalan Jenderal Sudirman mulai pukul 21.00 dan berakhir pukul 00.00 WIB. Belasan pasangan diamankan dari sejumlah hotel melati dan kos-kosan, sedangkan miras didapat dari warung dan restoran.

Meski tidak ada perlawanan ketika para pasangan itu diperiksa, beberapa dari mereka bersembunyi di kamar mandi atau di balik pintu saat petugas datang. Selain itu, lampu kamar dimatikan agar terkesan tidak ada orang di dalamnya.

Menurut Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD)  Satpol PP Kota Bandung, Idris Kuswandi, operasi cipta kondisi digelar menjelang Bulan Suci Ramadhan 1439 H/2018 untuk menciptakan rasa aman, nyaman serta penegakan hukum.

"Di hotel melati Jalan Pangarang diamankan beberapa pasangan yang berada dalam satu kamar berlainan jenis, dan berlainan alamat. Sedangkan di kawasan Sudirman diamankan 135 botol (miras) di sebuah rumah makan dan Pangarang 6 botol," kata Idris, (Sabtu (12/5/2918).

Ia menjelaskan, pihaknya akan mendalami pemeriksaan 15 pasangan yang sudah digiring ke Kantor Satpol PP Kota Bandung. Jika terbukti berprofesi sebagai PSK akan dikirim ke panti rehabilitasi untuk diberikan pembinaan, sedangkan jika tidak terbukti bisa dikembalikan ke pihak keluarga.

Diakui, kegiatan akan dilakukan rutin khususnya pada bulan Ramadhan. Terlebih lagi, ada surat edaran Disbudpar Kota Bandung, tertanggal mulai 13 Mei 2018 tempat hiburan dinyatakan harus menghentikan operasional untuk untuk sementara. "Seluruh tempat hiburan yang dinyatakan harus berhenti seperti spa, massage, diskotek akan kita pantau apabila ada yang coba-coba masih tetap buka," jelasnya.

Apabila edaran tersebut tidak diindahkan, maka sanksinya mulai dari penghentian kegiatan hingga pencabutan izin, sebagaimana tercantum dalam Perda Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan. "Mohon dipatuhi surat edaran pemkot untuk menjaga kondusivitas dan bulan puasa," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,