2 Pendaki Unpar Bandung Gapai Puncak Everest Kamis Pagi

2 Pendaki Unpar Bandung Gapai Puncak Everest Kamis Pagi

Fransisca Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari memulai langkah dari Camp 3 di ketinggian 8.225 menuju puncak Everest pada ketinggian 8.848. (foto - ina7summits)

Kathmandu - Dua mahasiswi yang tergabung dalam tim Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala Universitas Parahyangan Bandung (Wissemu Mahitala) berhasil menggapai puncak Gunung Everest, Kamis (17/5/2018) sekitar pukul 05.50 waktu setempat atau 07.05 WIB.
 
Untuk sampai ke puncak gunung tertinggi dunia tersebut, tim Wissemu memulai perjalanan sejak satu bulan lalu pada 17 April 2018. Selama perjalanan ke Gunung Everest,  Fransisca Dimitri Inkiriwang (24) dan Mathilda Dwi Lestari (24) memulainya proses aklimatisasi (aktivitas adaptasi tubuh pada ketinggian tertentu) dari EBC (5.400 di atas permukaan laut) hingga Camp 1 (7.050 diatas permukaan laut).
 
Setelah proses aklimatisasi tersebut, tim Wissemu melakukan proses pemulihan di Desa Zhaxizongxiang yang berada di ketinggian 4.150 mdpl. Pemulihan ini dilakukan sambil menunggu cuaca pendakian terbaik. Tanggal 11 Mei saat cuaca cerah, tim memulai pendakian selama enam hari hingga akhirnya menggapai punak Everest.
 
Perjalanan menuju puncak dimulai dari Everest Base Camp Tibet (5.200 mdpl). Jalur yang dilalui sama dengan jalur saat proses aklimatisasi, yakni dari EBC menuju Intermediate Camp (IR)(5.800 mdpl). Kemudian bergerak menuju Advanced Base Camp (ABC) (6.400 mdpl), dan beristirahat sehari di ABC.
 
Setelah cukup mengisi tenaga untuk summit attempt, tim akhirnya bergerak menuju Camp 1 (7.050 mdpl). Lalu keesokan harinya menuju Camp 2 (7.800 mdpl), dan tanggal 16 Mei 2018 tim sampai di Camp 3 (8.271 mdpl).
 
Pada 16 Mei 2018 malam, setelah beristirahat selama sekitar 7 jam tim memulai summit push. Tim mengabarkan kepada Bandung sebelum memulai perjalanannya. Perjalanan dimulai dengan bergerak menuju First Step (8.501mdpl) -Mushroom Rock (8.549 mdpl) - Second Step (8.577 mdpl) dan Third Step (8.690 mdpl).
 
Perjalanan itu penuh dengan tebing bebatuan dan cuaca berangin. Tantangan terakhir sebelum mencapai puncak yakni Summit Ridge (8.800 mdpl), jalan setapak dengan sisi kiri dan kanan jurang yang terjal. Pada pukul 05.50 waktu setempat, tim akhirnya menapakkan kakinya di puncak Everest (8.848 mdpl).
 
Kedua mahasiswi dengan nama panggilan Deedee dan Hilda itu, sebelumnya dilepas dari Bandara Soekarno Hatta pada Kamis 29 Maret 2018. Keduanya masih terdaftar aktif di Universitas Katolik Parahyangan Bandung, di mana sebelumnya telah mengibarkan Bendera Merah Putih di enam puncak gunung tertinggi di enam lempeng benua lainnya.
 
Lewat pencapaian itu, keduanya mencatatkan diri sebagai perempuan Indonesia dan perempuan Asia Tenggara pertama, yang berhasil menyelesaikan missi seven summits. Pendakian menuju Puncak Gunung Everest akan mencapai rangkaian ekspedisi Seven Summits, yang telah dimulai sejak 2014.
 
Ketua Dewan Pengurus Mahitala Putri Atan mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari kedua pendaki itu lewat telepon satelit saat mengirimkan pesannya. Mereka berada di puncak gunung itu tidak bisa berlama-lama, karena dibatasi dengan waktu sekitar 20 menit. (Jr.)**
.

Categories:Olahraga,
Tags:,