Samadikun Hartono, Terpidana BLBI Balikin Uang Rp 87 Miliar

Samadikun Hartono, Terpidana BLBI Balikin Uang Rp 87 Miliar

Uang tunai Rp 87 miliar yang dikembalikan Samadikun Hartono, terpidana korupsi dana talangan BLBI. (foto - Twitter)

Jakarta - Samadikun Hartono namanya kembali mengemuka, setelah sekian lama tak terdengar. Pria bernama asli Ho Sioe Kun tersebut baru saja mengembalikan uang yang hasil koruksi sebesar Rp 87 miliar secara cash, Kamis (17/5/2018).

Samadikun adalah seorang terpidana kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Ia diharuskan membayar kembali total uang hasil korupsi dari negara sebesar Rp 169 miliar sesuai  perintah Mahkamah Agung (MA). Sejauh ini, tidak mudah untuk menangkap koruptor kelas kakap tersebut.

Berdasarkan putusan kasasi 1696 K/Pid/2002, Kamis (17/5/2018), Samadikun ternyata pemilik Bank Modern dengan posisi Presiden Komisaris. Rumahnya di kawasan elit Menteng Jakarta Pusat, yakni di Jalan Jambu. Sepelemparan batu kawasan Jalan Cendana.

Ayah Samadikun, Otje Honoris merupakan distributor tunggal Fujifilm untuk Indonesia. Sejak ayahnya meninggal pada tahun 80-an, kerajaan bisnisnya diteruskan oleh Samadikun.

Seiring waktu, Samadikun bersaudara mengembangkan bisnisnya. Selain menjadi Preskom Bank Modern, pria kelahiran Bone 4 Februari 1948 itu juga melebarkan ke sektor industri, antara lain properti, perdagangan, keuangan hingga pariwisata.

Pada 28 Mei 2003, MA menghukum Samadikun selama 4 tahun penjara dan harus mengembalikan uang yang dikorupsinya. Duduk sebagai ketua majelis Toton Suprapto dengan anggota Parman Soeparman, Sunardi Padang, Muchsin dan Vallerina JL Kriekhoff.

"Perbuatan terdakwa dilakukan saat negara mengalami krisis perekonomian dan moneter. Terdaka telah mengabaikan kepercayaan pemerintah dalam usaha untuk mengatasi krisis perbankan nasional," kata majelis kasasi.

Namun, Samadikun tak ditahan dan segera berkemas angkat koper. Ia melarikan diri dan akhirnya kejaksaan menetapkannya menjadi buron. Penangkapan Samadikun penuh dengan drama dan membutuhkan koordinasi G to G setelah kabur 13 tahun.

Ia ditangkap seusai nonton F1 di Cina. Ia ditangkap otoritas China atas koordinasi dengan pemerintah Indonesia. Samadikun lalu dideportasi ke Indonesia pada 21 April 2016. Ia mencicil pengembalian uang yang dikorupsinya tersebut. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,