Malaysia Ke-8 kalinya sebagai Tujuan Wisata Ramah Muslim

Malaysia Ke-8 kalinya sebagai Tujuan Wisata Ramah Muslim

Pasar malam Kampung Baru Malaysia. (foto - cutisini)

Kuala Lumpur - Industri pariwisata dunia yang mengutamakan perjalanan serba halal tengah berkembang dewasa ini. Ya, hal tersebut disebabkan oleh semakin bertambahnya populasi Muslim di dunia.

Berdasakan laporan Global Muslim Travel Index (GMTI) yang dilansir Asian Correspondent, Jumat (18/5/2018)  pendapatan dari wisatawan Muslim di berbagai negara mengalami peningkatan cukup pesat. Bahkan, keuntungan yang didapat bisa mencapai 300 miliar dolar AS sampai 2026.

Oleh karena itu, segala fasilitas halal sangat dibutuhkan untuk berkontribusi dalam pertumbuhan pasar kalangan wisatawan. Perjalanan dengan fasilitas serba halal lebih mudah didapat dengan berkunjung ke negara-negara, termasuk Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Meski negara-negara lain yang tidak termasuk komunitas itu juga tetap mempromosikan perjalanan Muslim. Pada 2018 ini, penghargaan negara tujuan wisata paling ramah Muslim sedunia jatuh kepada Malaysia. Posisi itu sudah ditempati Negeri Jiran sebanyak delapan kali berturut-turut.

"Sebagai negara yang penduduknya mayoritas Muslim, hal itu seakan tak lagi mengejutkan. Sebab, Malaysia sudah mengatur fasilitas untuk Muslim sedemikian rupa," demikian laporan GMTI.

GMTI pun mengungkapkan, kriteria penilaian atas penobatan itu termasuk banyaknya tersedia makanan halal, tempat salat, kamar kecil yang ramah penggunaan, layanan Ramadhan, tidak tersedianya kegiatan non-halal dan fasilitas rekreasi tertutup.

Selain dinobatkan sebagai negara paling ramah Muslim sedunia, Malaysia juga dinilai sebagai tujuan wisata kelas menengah, yang sudah dilengkapi dengan banyak kegiatan sempurna khususnya bagi kalangan wisatawan Muslim.

Selain Malaysia, negara dengan penduduk terbanyak di dunia, Indonesia juga menjadi tujuan wisata yang ramah Muslim bersama dengan Thailand, Taiwan dan Hongkong. (Jr.)**

.

Categories:Wisata,
Tags:,