Lion Air Group Laporkan 9 Pilot dan Karyawan ke Bareskrim

Lion Air Group Laporkan 9 Pilot dan Karyawan ke Bareskrim

Lion Air Group

Jakarta - Sembilan pilot dan seorang karyawan Lion Air Group dilaporkan ke Bareskrim Polri. Pelaporan terkait dugaan pemalsuan surat atau dokumen untuk bekerja di maskapai lain. Para pilot itu berinisial BP (30), GA (30), APP (24), EEI (26), IT (47), ANR (32), AFD (31), FSF (31), OMS (35) dan karyawan T (31).

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro dalam keterangannya menyatakan, ke-9 orang itu diduga melakukan perbuatan melawan hukum sesuai ketentuan, sebagaimana diatur dalam Pasal 263 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP). Berupa pemalsuan surat-surat/dokumen.

Lion Air Group kemudian melapor ke Bareskrim. Dalam proses penyelidikan lanjutan, Bareskrim menurut Danang melakukan penahanan terhadap seluruh orang itu. "Sembilan pilot dan satu karyawan Lion Air Group ditahan pihak kepolisian," kata Danang, Selasa (22/5/2018).

Lion Air Group melaporkan 10 orang itu atas dugaan perbuatan pemalsuan kop surat, tanda tangan dan stempel perusahaan yang diwujudkan menjadi dokumen personalia yaitu surat lolos butuh atau referensi kerja. Semuanya diduga bekerja sama dengan orang di internal Lion Air atau pihak ketiga lainnya, yang masih diselidiki.

Menurutnya, sembilan orang pilot dan satu karyawan itu tidak menyelesaikan kewajiban kepada Lion Air Group, sebagaimana diatur dalam perjanjian kerja. Mereka diduga telah menggunakan dokumen kepegawaian yang seolah asli untuk dapat bekerja di perusahaan penerbangan lain.

"Mereka sudah mengundurkan diri dari Lion Air Group, tapi belum selesaikan kewajiban, termasuk administrasi. Namun, mereka sudah bekerja di perusahaan penerbangan lain dengan menggunakan dokumen yang tidak sah atau resmi dari kami," katanya.

Danang menjelaskan, Lion Air Group akan melakukan pengecekan kepada setiap awak pesawat, karyawan dan karyawati yang telah mengundurkan diri, namun belum menyelesaikan kewajiban dan sudah bekerja di perusahaan lain. Mereka menduga kemungkinan orang itu diduga menggunakan dokumen personalia palsu. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,