Terbongkar, 25 Joki Ujian Seleksi Fak. Kedokteran Unisba

Terbongkar, 25 Joki Ujian Seleksi Fak. Kedokteran Unisba

Konferensi pers penemuan 25 joki seleksi di Fakultas Kedokteran Unisba Bandung. (foto - ist)

Bandung - Sedikitnya 25 joki ujian saringan penerimaan mahasiswa baru ditemukan, saat seleksi di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Para joki tersebut tengah diproses secara hukum, sebagai pelaku kejahatan akademik.
 
Menurut Wakil Rektor I Unisba A. Harits Nu’man yang juga Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unisba 2018, Unisba tidak akan memberikan toleransi terhadap pelaku kejahatan akademik. Para joki itu selain merusak citra akademik juga calon mahasiswa.
 
"Para joki tersebut sudah kami laporkan ke Polrestabes. Pelaporan akan memberikan efek jera terhadap para pelaku," katanya di ruang Rektorat Unisba Jalan Tamansari Bandung, Rabu (23/5/2018).
 
Dari 25 pelaku joki, hanya 4 orang yang ditahan. Selama diperiksa secara internal di Unisba, ternyata masih berstatus mahasiswa. Tujuh calon mahasiswa itu berjenis kelamin laki-laki dan sisanya perempuan. Keempat joki yang ditahan itu semuanya perempuan. Mereka dilaporkan dengan tudingan pemalsuan identitas, penipuan dan perbuatan tidak menyenangkan.
 
Penanggung jawab seleksi psikotes Indri menjelaskan, temuan itu berawal dari laporan pengawas yang menemukan adanya ketidakmiripan antara peserta tes dan identitas yang ada di panitia. "Kami minta identitas lain, tapi mereka tidak mampu menunjukkannya," katanya.
 
Peserta tidak membawa identitas berupa KTP. Namun mereka membawa akta kelahiran, kartu keluarga dan kartu pelajar dengan foto yang sama dengan wajah para pelaku. Indri kemudian memutuskan untuk menghentikan seleksi terhadap 25 orang itu.
 
Harits menduga, para joki itu tergabung dalam sebuah sindikat kejahatan akademik. Para pelaku mengaku di bawah koordinator dari Purwokerto dan Jakarta. Dugaan itu didukung bukti percakapan dalam ponsel joki yang ditemukan. 
 
Harits menyebutkan, ada kelompok lain yang jumlahnya 30 orang sudah berada di Bandung. "Mereka menginap di hotel yang sama. Biaya hotel, tiket perjalanan dan akomodasi di Bandung ditanggung oleh koordinator," tegasnya.
 
Dari keterangan pelaku juga, kata Harits, inisial koordinator itu MR dari Purwokerto dan IDR dari Jakarta. Tiap pelaku mengaku dibayar Rp 4 juta. Pihaknya sudah mengirim surat untuk meminta klarifikasi dari kampus pelaku, terkait kebenaran identitas mereka. Sebagian besar para pelaku merupakan mahasiswa di Jateng.
 
Harits menjelaskan, seleksi dilakukan dua kali, yaitu pada 19-20 Mei 2018. Pertama berupa psikotes dan seleksi kedua berupa tes akademik. Seleksi itu merupakan gelombang kedua. Fakultas Kedokteran Unisba merupakan fakultas favorit selama 13 tahun. 
 
Keberadaan joki itu lanjutnya, akan merusak mutu akademik Unisba, yang merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Jabar yang memiliki sertifikasi sistem penjaminan mutu internal sejak 2008. (Jr.)**
.

Categories:Pendidikan,
Tags:,