Mandiri Akui Kebobolan Rp 1,8 Triliun Libatkan Orang Dalam

Mandiri Akui Kebobolan Rp 1,8 Triliun Libatkan Orang Dalam

Gedung pusat penyimpanan data dan command center Bank Mandiri. (foto - ist)

Jakarta -  Pihak PT Bank Mandiri Tbk  membenarkan banknya telah kebobolan dengan  potensi kerugian capai Rp 1,83 triliun. Hal itu dilakukan oleh salah seorang debiturnya, PT Tirta Amarta Bottling atau TAB.
 
Berdasarkan keterangan Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rohan Hafas mengatakan, pembobolan itu sebenarnya terjadi karena adanya oknum di Bank Mandiri sendiri yang ikut membantu. Kasus itu telah dilaporkan ke kejaksaan dan ditindaklanjuti.
 
"Kita juga melaporkan kasus tersebut sekaligus oknum bank maupun debiturnya. Dua-duanya, ada tiga (oknum) dari bank yang kita laporkan, dan oknum dari Bank Mandiri," kata Rohan, Rabu (23/5/2018).
 
Menurutnya, sebetulnya itu merupakan kasus lama yang dilaporkan kepada kejaksaan. Kasus itu merupakan temuan dari internal audit Bank Mandiri sejak enam bulan lalu. "Kita laporkan ke kejaksaan dan sekarang juga sudah ada yang jadi tersangka," katanya.
 
Ia menjelaskan, nilai dengan jumlah Rp 1,83 triliun tersebut adalah potensi kerugian yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal itu adalah total potensi kerugian, ditambah dengan denda yang dikenakan kepada debitur.
 
"SebesarRp 1,4 triliun (potensi kerugiannya), kalau Rp1,8 triliun itu ditambah dengan denda dan sebagainya. Sebenarnya hanya Rp 1,4 triliun," tegasnya.
PT TAB lanjutnya, sebetulnya sudah lama menjadi debitur Bank Mandiri. Namun, belum lama ini PT TAB merekayasa laporan keuangannya. Sejumlah pihak yang curang telah ditetapkan sebagai tersangka.
 
Sementara itu, oknum internal Bank Mandiri yang ikut membantu juga telah diberhentikan. "Iya ia sudah dibebastugaskan, karena sudah enam bulan kita laporkan," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Perbankan,
Tags:,