48 Penumpang Tewas, Bus Tabrak Traktor & Truk di Uganda

48 Penumpang Tewas, Bus Tabrak Traktor & Truk di Uganda

Bus menghantam traktor dan bus di Uganda utara. (foto - AFP)

Kampala - Sedikitnya 48 orang tewas akibat kecelakaan bus menghantam traktor dan truk di Uganda utara. "Jumlah korban tewas 48 termasuk 16 anak-anak," sebut juru bicara Palang Merah, Irene Nakasiita.

Dilansir AFP, Sabtu (26/5/2018) bus tersebut menabrak traktor yang dikemudikan tanpa lampu di malam hari hingga kemudian menghantam truk. Namun demikian, polisi menyebutkan hanya ada 22 orang yang menjadi korban.

"Tim evakuasi bekerja tanpa lelah untuk menyelamatkan yang cedera," kata juru bicara polisi Uganda, Emilian Kayima. Menurutnya, ketiga pengemudi itu pun tewas dalam peristiwa tersebut.

Seperti diketahui, Uganda punya catatan buruk untuk keselamatan di jalan. Hal itu disebabkan buruknya kondisi kendaraan dan jalan serta mengemudi yang berbahaya.

Kayima mengatakan, 22 orang telah tewas termasuk tiga anak dan 14 orang mengalami cedera. Korban yang terluka telah dilarikan ke Kampala dengan helikopter untuk menjalani perawatan.

Kecelakaan tersebut merupakan salah satu yang paling mematikan di Uganda, dalam beberapa tahun terakhir ini. Kecelakaan itu terjadi pada Jumat 25 Mei malam di Kiryandongo, sekitar 220 kilometer arah utara ibukota Kampala.

Bus tersebut berangkat dari Kota Lira. Awalnya bus tersebut menabrak traktor dari arah belakang kemudian menabrak truk pengangkut bir. Media setempat menyatakan, jumlah korban tewas lebih dari 30 orang.

Dalam periode 2015-2017, ada lebih dari 9.500 orang tewas dalam kecelakaan di jalan raya di negara tersebut. Berdasarkan data Kementerian Transportasi menyebutkan, situasinya terus memburuk setiap tahun.

Sementara laporan PBB pada tahun lalu mengatakan, 10 orang tewas di jalan-jalan Uganda setiap hari. Kecelakaan di jalanan menelan biaya negara USD 1,2 miliar (sekitar satu miliar euro). Angka itu mencapai 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) Uganda.

Pada tahun 2015, Presiden Yoweri Museveni secara pribadi memecat 900 pejabat yang bertanggung jawab atas pembangunan dan pembuatan jalan. Ia meminta pertanggungjawaban atas kondisi sarana transportasi yang buruk di negara itu. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,