Penumpang Lion Air Teriak Bawa Bom Diancam 8 Tahun Bui

Penumpang Lion Air Teriak Bawa Bom Diancam 8 Tahun Bui

Pramugari Lion Air menceritakan suasana panik para penumpang sesaat setelah orang berteriak ada bom. (foto - ist)

Jakarta - Penumpang yang mengaku  membawa bom di dalam pesawat Lion Air  JT 687 rute penerbangan Pontianak - Jakarta langsung diproses hukum. Akibat ulahnya, Frantinus Nirigi (26) terancam hukuman 8 tahun penjara.

"Pelaku diancam dengan Pasal 437 (2) UU Nomor 1 Tahun 2009, tentang Penerbangan dengan ancaman hukuman pidana 8 tahun," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal dalam keterangannya, Selasa (29/5/2018) dinihari.

Menurut Iqbal, kasus itu akan terus diproses agar tak ada lagi kejadian serupa yang dapat meresahkan penumpang pesawat. "Pelaku  joke bomb itu akan kita proses hukum agar memberikan efek jera," katanya.

Peristiwa itu bermula saat Frantinus mengaku membawa bom di bungkusan yang tertinggal di pesawat pada Senin 25 Mei pukul 18.50 WIB. Pesawat saat itu sudah dalam keadaan siap take off. Semua penumpang panik saat mengetahui ada bom di pesawat.

Salah seorang penumpang lalu membuka pintu darurat dan keluar melalui sayap pesawat. Akibat kejadian itu, sejumlah penumpang dilaporkan mengalami luka-luka. "Sedikitnya 10 orang terluka dirujuk ke RS Auri Supadio dan 2 orang meneruskan penerbangan karena luka ringan," tegas Iqbal.

Sementara itu, Lion Air juga melaporkan penumpang yang membuka jendela darurat akibat adanya ancaman bom di pesawat Boeing 737-800NG (B378) registrasi PK-LOJ tersebut. Penumpang itu dilaporkan ke polisi karena diduga telah merusak fasilitas pesawat.

Berdasarkan laporan pihak kepolisian, Nirigi kemudian diamankan oleh pihak keamanan Bandara Supadio Pontianak Kalimantan Selatan. Sementara setelah selesai diperiksa, tidak ditemukan adanya bom di dalam pesawat. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,