Jokowi Rapat ke Partai Kian Jauh ke Rakyat

Jokowi Rapat ke Partai Kian Jauh ke Rakyat

Jokowi Rapat ke Partai Kian Jauh ke Rakyat

Jakarta - Masyarakat benar-benar merasa kecewa. Itulah penilaian dari berbagai kelangan, terkait beberapa kebijakan yang diambil Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kurun waktu kurang dari sebulan menjadi kepala negara.
 
 Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Demokrasi Indonesia Ray Rangkuti mengatakan, Jokowi tampak tersandera oleh kepentingan partai, sehingga hubungannya dengan rakyat semakin jauh. "Makin ke sini, makin kelihatan pengaruh partai terhadap Jokowi makin kuat. Ada gejala Jokowi makin rapat ke partai dan renggang ke rakyat," ujar Ray dalam diskusi di Jakarta, Minggu (23/11).
 
Menurut Ray, belum habis kekecewaan masyarakat atas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, kini publik dikecewakan kembali dengan dipilihnya H.M Prasetyo, mantan politisi Partai Nasdem sebagai Jaksa Agung. Pemilihan Prasetyo dinilai tidak dilakukan secara transparan, dan tidak melibatkan masyarakat untuk menilai.
 
"Harusnya Jokowi mengembangkan tradisi untuk meminta masyarakat untuk menilai. Transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas ini harus dipupuk, tapi malah ditinggalkan," tegasnya.
 
Meski pemilihan jaksa agung merupakan hak prerogatif Jokowi sebagai Presiden, menurutnya proses pemilihan semestinya melibatkan masyarakat untuk menilai rekam jejaknya. Bahkan, Jokowi tidak melibatkan KPK dan PPATK, untuk melakukan penelusuran calon jaksa agung seperti yang dilakukan Jokowi ketika menyusun kabinet kerja.
 
"Meski mutlak prerogatif, tapi tidak serta merta kemudian Presiden bisa semena-mena, dia juga tetap harus berkonsultasi dengan masyarakat," ujarnya.
Ray berharap, Jokowi menyadari bahwa dia mulai merangkak memenuhi kepentingan partai dan semakin menjauh dari rakyat. Ia mengingatkan Jokowi agar tidak lupa, rakyat yang mengantarnya menuju kemenangan saat Pilpres 2014 lalu. (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:jokowi,