Tutut yang Meracuni Warga Bogor Mengandung 3 Bakteri

Tutut yang Meracuni Warga Bogor Mengandung 3 Bakteri

Kepala Dinkes Kota Bogor dr. Rubaeah MKM.

Bogor - Dinas Kesehatan Kota Bogor memastikan masakan keong sawah sawah (tutut) yang meracuni warga mengandung tiga jenis bakteri. Pernyataan itu berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap sampel tutut yang dikonsumsi pupuhan korban.

"Dalam olahan tutut yang sudah matang itu mengandung tiga jenis bakteri. Yakni escherichia coli (ecoli), salmonella dan shigella," kata Kepala Dinkes Kota Bogor dr. Rubaeah MKM, Rabu (30/5/2018). Kandungan itu dianggap menyebabkan gejala mual, muntah dan diare hingga mengalami dehidrasi pada orang yang mengonsumsinya.

Diduga, ketiga bakteri itu berkembang akibat cara memasak yang salah. Menurut laporan dari kepolisian, pembuat masakan tutut mencampurkan sisa tutut yang tak terjual ke dalam masakan tutut baru, sehingga memicu perkembangan unsur berbahaya.

Menurut Rubaeah, penelitian tu dilakukan di Labotarium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Bogor, setelah muncul korban keracunan pekan lalu. Penelitian tersebut cukup akurat dan bisa dipertanggungjawabkan hasilnya.

Ia mengakui, para peneliti juga menemukan sejumlah kuman pada air rebusan tutut tersebut. Antara lain terkandung kuman coliform dan logam. "Coliform juga bisa memicu kanker pada tubuh manusia," tegas Rubaeah.

Dinas terkait mencatat jumlah korban keracunan tutut di Kecamatan Bogor Utara itu mencapai lebih dari 100 orang. Kejadian serupa baru pertama terjadi di daerahnya sehingga pemerintah setempat menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Surat Keputusan KLB ditandatangani Pelaksana Tugas Wali Kota Bogor Usmar Hariman awal pekan lalu. Menurutnya, penetapan KLB berdasarkan jumlah korban yang melebihi batas 10 orang. "Penetapan KLB untuk memfokuskan penanganan pemerintah daerah kepada para korban," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,