Foto Sampul Majalah Vogue bulan Juni Gegerkan Arab Saudi

Foto Sampul Majalah Vogue bulan Juni Gegerkan Arab Saudi

Putri Kerajaan Arab Saudi, Hayfa Bint Abdullah Al Saud. (foto - Vogue Arabia)

Riyadh - Hayfa Bint Abdullah Al Saud, putri Kerajaan Arab Saudi tampil sebagai model pada sampul Majalah Vogue Arabia edisi bulan ini. Ia tampil mengenakan gaun putih dan kerudung warna senada, yang tak sepenuhnya menutupi rambut.

Sarung tangan hitam yang dikenakannya kontras dengan pakaian serta sepatunya yang putih. Bibirnya merekah merah, dengan mata menatap tajam ke arah kamera. Bagi Putri Hayfa, itu adalah penampilan perdananya di sampul majalah.

Kontan saja, sampul Majalah Vogue Arabia itu memicu kontroversi. Bukan karena dandanan sang putri, tapi tema fotonya yang menampilkan perempuan ningrat itu duduk di belakang kemudi sebuah mobil berwarna merah. Tulisan, "trailblazing women of Saudi Arabia" juga terpampang, menandai era baru bagi para perempuan di negeri petrodolar itu.

Pemilihan Putri Hayfa sebagai model sampul yang bertema era baru bagi perempuan Arab Saudi dianggap sama sekali tidak tepat. "Menempatkan putri sama sekali tak memperjuangkan penghapusan larangan mengemudi di sampul. Justru keluarganya yang menerapkan aturan itu, memenjarakan banyak perempuan yang mengemudi dan baru saja menangkap para aktivis hak-hak perempuan terkemuka yang mengorbankan diri dan kebebasan mereka agar aturan itu dicabut," sebut pengguna Twitter.

Dilansir BBC, Sabtu (2/6/2018) dalam pernyataannya, Pemimpin Redaksi Vogue Arabia, Manuel Arnaut membela pilihannya. Menurutnya, Vogue edisi Juni 2018 menggarisbawahi serta mendiskusikan isu kunci terkait perempuan di Dunia Arab. Dan, memajang Putri Hayfa sebagai model sampul, "membantu menguatkan pesan itu," katanya.

"Menginformasikan dan mengawali perdebatan yang sehat tentang topik yang berarti merupakan prioritas kami. Karena itu, kami berusaha untuk menguatkannya dengan sosok yang ikonik dan kuat, yang selaras dengan tujuan itu. Fokus pada kawasan itu (Arab) dan peran perempuan dalam masyarakat Arab Saudi," kata Arnaut dalam pernyataannya.

Sejumlah pengguna Twitter di Saudi berpendapat, sang putri sama sekali tak berhak tampil di sampul majalah yang bertema kekuatan perempuan Arab melawan diskriminasi. Sejumlah meme pun bertebaran di dunia maya. Namun, ada juga yang menyambut baik edisi itu dengan mengatakan, Vogue telah 'mencetak sejarah' dengan menampilkan Putri Hayfa di sampulnya.

Editor Arab Affairs BBC, Sebastian Usher menybeutkan, bukan kali ini saja Vogue melecut kontroversi. Sebelumnya, majalah itu menampilkan Ibu Negara Suriah, Asmaa Assad di sampul edisi global pada 2011 lalu, ketika suaminya mulai melakukan represi terhadap para demonstran.

Pada September 2017, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al Saud mengumumkan akan mencabut larangan mengemudi bagi perempuan, menyusul kampanye aktivis yang dilakukan selama bertahun-tahun. Siaran pers Vogue menyatakan, edisi Juni 2018 dimaksudkan untuk merayakan reformasi budaya yang sedang berlangsung di Arab Saudi.

Pihak majalah melihat, Putri Hayfa mengatakan dukungnya terhadap perubahan dengan 'antusiasme besar'. Edisi itu juga dilengkapi sejumlah fitur dan wawancara dengan beberapa perempuan terkemuka Arab Saudi, termasuk perancang mode, pemain sepakbola dan fotografer. (Jr.)**

.

Categories:Fesyen,
Tags:,