Terungkap, Wakil PM Australia Lepas Karir karena Selingkuh

Terungkap, Wakil PM Australia Lepas Karir karena Selingkuh

Barnaby Joyce dan Vikki Campion. (foto - 3aw.com.au)

Canberra - Barnaby Joyce, mantan Wakil Perdana Menteri Australia mengakui ketika kekasih gelapnya hamil pada pertengahan 2017 disadari akan kehilangan jabatannya. Joyce dan Vikki Campion yang kini sudah resmi menjadi suami istri itu, menjelaskan kisah mereka di stasiun TVChannel Seven.
 
Menurut Campion, ia menjalani tes kehamilan pada musim dingin tahun 2017. "Saya jujur dan saya tidak percaya pada aborsi. Saya tahu pada titik itu, saya akan kehilangan pekerjaan saya sebagai wakil perdana menteri," kata Joyce, yang kini menjadi anggota DPR biasa.
 
Pada Desember lalu, ia harus maju dalam Pemilu sela gara-gara skandal kewarganegaraan ganda. Setelah terpilih kembali, ia lalu mengumumkan telah berpisah dari istri sahnya. Pada Februari 2018, Joyce pun mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Nasional dan wakil perdana menteri.
 
Campion kemudian melahirkan anak mereka Sebastian pada bulan April. Pasangan itu memulai wawancara TV dengan menyatakan, uang yang mereka terima dari wawancara akan masuk ke dana perwalian untuk putra mereka, yang jumlahnya mencapai 150.000 dolar Australia (Rp 1,5 miliar).
 
"Tidak satu sen pun kami ambil. Ini masuk rekening perwalian untuk Sebastian. Tidak ada untuk saya, tidak ada untuk Vikki. Ini seorang anak bernama Sebastian Joyce," kata Joyce.
 
Namun demikian, ia tidak menjelaskan apakah akan mendaftarkan uang itu dalam kekayaannya sebagai pejabat negara. Pasangan itu mengungkapkan pada awalnya mereka berselisih, bagaimana menangani kehamilan.
 
Campion mengaku, dirinya membeli pil aborsi tetapi memilih untuk tidak meminumnya. "Saya membeli obat itu secara online. Saya pergi lintas negara bagian. Saya masuk dan keluar lagi," katanya.
 
Joyce menambahkan: "Saya memahami, mereka berada di bawah tekanan luar biasa, dan terutama Vikki. Saya tidak bisa memaksakan pandangan saya pada orang lain". Menurut Campion, kalangan politisi konservatif mengatakan padanya ia harus aborsi.
 
"Saya tidak ingin menilai semua orang di Partai Nasional seperti itu," katanya. Joyce menyebutkan, mereka yang meminta kekasihnya itu untuk menggugurkan kehamilan jika ia ingin berkarier di Gedung Parlemen sebagai orang "bajingan".
 
Dalam wawancara Channel Seven, Joyce mengakui pernyataannya itu sebagai hal yang keliru. Ia menjelaskan hal itu merupakan keputusan yang dibuatnya bersama Campion tapi ia menentangnya. "Aku tidak mengatakan kata-kata 'area abu-abu'," katanya.
 
Namun, dalam wawancara  tidak ditanyakan mengenai pekerjaan yang diberikan kepada Campion di kantor anggota parlemen asal Partai Nasional lainnya. Juga tidak ditanyakan bagaimana dana publik dibelanjakan untuk perjalanan pasangan itu ketika Campion masih menjadi staf Joyce. (Jr.)**
.

Categories:Gaya hidup,
Tags:,