Walikota Blitar dan Bupati Tulungagung Buron Diburu KPK

Walikota Blitar dan Bupati Tulungagung Buron Diburu KPK

Walikota Blitar Samanhudi Anwar (tengah). (foto - ant)

Jakarta - Walikota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar serta Bupati Tulungagung non-aktif Syahri Mulyo ditetapkan KPK sebagai tersangka, terkait kasus berbeda berawal dari operasi tangkap tangan (OTT). Namun keduanya tidak turut dijaring, dan KPK pun masih memburu keduanya.

"KPK imbau agar Bupati Tulungagung dan Walikota Blitar bersikap kooperatif, dan segera menyerahkan diri ke KPK," sebut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers di kantornya Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan, Jumat (8/6/2018).

Sementara untuk perkaranya, Samanhudi diduga menerima suap terkait ijon proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar, dengan nilai kontrak Rp 23 miliar. Sedangkan Syahri diduga menerima suap terkait fee proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan di Dinas PUPR Pemkab Tulungagung.

Keduanya menerima suap dari orang yang sama atas nama Susilo Prabowo. Ia merupakan kontraktor yang menggarap sejumlah proyek di Blitar dan Tulungagung. Total ada 6 orang yang ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Namun demikian, hanya empat orang yang ditangkap dan tengah menjalani pemeriksaan di kantor KPK. Sedangkan dua orang lainnya, yakni Syahri dan Samanhudi masih dalam pencarian. (Jr.)**

4 tersangka Kasus di Tulungagung:

1. Syahri Mulyo selaku Bupati Tulungagung periode 2013-2018 (sebagai penerima)
2. Agung Prayitno selaku swasta
3. Sutrisno selaku Kadis PUPR Pemkab Tulungagung (sbagai pemberi)
4. Susilo Prabowo selaku swasta atau kontraktor

3 tersangka kasus di Blitar:

1. M Samanhudi Anwar selaku Wali Kota Blitar periode 2016-2021 (sebagai penerima)
2. Bambang Purnomo selaku swasta (sebagai pemberi)
3. Susilo Prabowo selaku swasta atau kontraktor

.

Categories:Nasional,
Tags:,