Ibu Pembuang Jasad Bayi Kembar di Mandalajati Ditangkap

Ibu Pembuang Jasad Bayi Kembar di Mandalajati Ditangkap

Petugas lidik pembuangan jaad bayi kembar di tempat pembuangan sampah Kecamatan Mandalajati Kota Bandung. (foto - ist)

Bandung - Seorang  tersangka  kasus pembuangan  jasad dua bayi  kembar  di tempat  pembuangan  sampah  Kecamatan Mandalajati Kota Bandung berhasil ditangkap. RA (25), ibu dari kedua bayi itu bekerja sebagai asisten rumah tangga tak jauh dari lokasi.

Bayi itu dikeluarkan secara paksa dengan menggunakan obat yang dikonsumsi tersangka. "RA membeli obat secara online," sebut Kapolrestabes Bandung Hendro Pandowo di Mapolrestabes Bandung Jumat, (8/6/2018).

Dua jasad bayi kembar perempuan itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di tempat pembuangan sampah sementara, sekitar kompleks Perumahan Tamansari Bukit Bandung Kelurahan Sindangjaya Kecamatan Mandalajati Bandung, pada Kamis 7 Juni 2018 sekitar pukul 10.00 WIB.

Dua sosok janin itu pertamakali ditemukan petugas kebersihan yang menemukan bungkusan mencurigakan. Setelah mengetahui di dalamnya terdapat dua jasad bayi kembar perempuan, temuan itu lalu dilaporkan ke Polsek Antapani.

Tim kepolisian langsung menindaklanjuti dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi dan olah tempat perkara. Hasilnya, beberapa jam kemudian polisi menangkap tersangka RA.

Menurut Hendro, dua bayi itu merupakan hasil dari hubungan RA dengan seorang pria, EH yang menjadi kekasihnya. Dari hubungan yang berlangsung sejak beberapa bulan terakhir, RA diketahui hamil. Kehamilan itu membuat RA gelap mata hingga memutuskan untuk menggugurkan kandungan.

Upaya dilakukan dengan membeli obat penggugur kandungan secara daring. Obat itu dikonsumsi pada Rabu 6 Juni 2018 sekitar pukul 22.00 WIB. Keesokan harinya, bayi berusia sekitar lima bulan itu keluar. Ia lalu membuang ke tempat pembuangan sampah sementara, yang berjarak tidak jauh dari rumah tempat ia bekerja.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, proses pembuangan bayi itu dilakukan seorang diri. Meski begitu, polisi masih melakukan penyelidikan keterlibatan kekasih RA dalam kasus itu. Begitu pun dengan transaksi pembelian obat penggugur kandungan. "Masih didalami," tegas Hendro.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 dan 4 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan atau Pasal 341 KUHPidana dan atau pasal 181 KUHPidana. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,