Pabrik Pengolahan Plastik di Malang Hangus Terbakar

Pabrik Pengolahan Plastik di Malang Hangus Terbakar

Kebakaran Pabrik pengolahan plastik di Jalan Ketindan Lawang Kabupaten Malang, (foto - ist)

Malang - Pabrik pengolahan plastik di Lawang Kabupaten Malang ludes terbakar. Api baru berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran berjibaku selama sekitar 5 jam, dengan mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran.

Api diperkirakan mulai membakar PT Tri Surya di Jalan Ketindan Lawang Kabupaten Malang, Senin (11/6/2018) sekitar pukul 00.30 WIB dinihari. Api diduga bersumber dari konsleting listrik yang menyambar bahan plastik yang diolah.

Namun karena barang yang terbakar berbahan dari plastik, petugas butuh waktu untuk memadamkan kobaran api yang saat itu terus membesar. Api kecil pun masih tersisa di lokasi yang terus dilakukan pembasahan.

Kapolsek Lawang Kompol Gaguk Sulistiyo Budi mengatakan, api sudah berhasil dipadamkan. Namun petugas terus melakukan pembasahan lokasi agar tidak kembali menyala. "Api kecil-kecil masih ada, tetapi intinya sudah berhasil dipadamkan. Petugas sedang melakukan pembasahan," katanya.

Gaguk menyatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih jauh untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Petugas masih dalam tahap fokus pada pemadaman.

Sementara itu, H Siswanto, pemilik pabrik mengatakan, kebakaran terjadi begitu cepat, sehingga empat karyawan yang berjaga tidak mampu menjinakkan api. Sumber api diduga konsleting listrik dari lampu penerangan yang menyambar barang - barang di sekitar yang mudah terbakar.

"Yang terbakar ada plastik sisa kebakaran yang lama, kayu palet dan kertas," kata Siswanto. Pabrik itu sebelumnya juga pernah terbakar sekitar Februari 2017, dan sejak berdiri sekitar 30 tahun lalu sudah tiga kali di dilalap api.

Kebakaran kedua dinilai yang paling besar dengan kerugian mencapai Rp 10 miliar. Sementara kerugian kebakaran saat ini sekitar Rp 1 miliar. "Kalau kebakaran yang dulu sempat mengenai rumah warga," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,