Densus Gerebek Rumah di Blitar 2 Terduga Teroris Diringkus

Densus Gerebek Rumah di Blitar 2 Terduga Teroris Diringkus

Penggerebekan tim Densus 88 di Kelurahan Bajang Kecamatan Talun Kabupaten Blitar, Rabu 13 Juni malam. (foto - ist)

Blitar - Tim Densus 88  Antiteror Mabes Polri  menangkap dua  orang terduga teroris  yang berada di  Lingkungan/Kelurahan Bajang Kecamatan Talun Kabupaten Blitar, Rabu (13/6/2018) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Dua orang yang ditangkap petugas tinggal dalam satu rumah.

Rumah yang ditinggali dua terduga teroris tersebut merupakan rumah kontrakan milik Nanang, yang sehari-hari berjualan pupuk keliling. Satu orang terduga teroris yang ditangkap berinisial NH, yang merupakan seorang dokter. Satu terduga teroris lainnya masih belum diketahui.

"Penghuni rumah namanya Nur Hidayat, yang hanya mengontrak di rumahnya Pak Nanang. Nur Hidayat, warga Desa Jajar Kecamatan Talun. Sebelum di sini, ia pernah kontrak rumah di daerah Keningaran Talun," kata Kepala Lingkungan Jajar, Mislan.

Sejauh ini, petugas kepolisian dan TI masih menjaga ketat lokasi rumah tersebut. Petugas kepolisian juga telah memasang garis polisi. Hingga pukul 23.04 WIB, belum ada konfirmasi resmi dari Kapolres Blitar. Sedangkan awak media saat ini masih tertahan di luar pagar Mapolres Blitar karena dilarang masuk.

Lokasi rumah yang digerebek berada di pinggir jalan provinsi. Dari pengakuan warga setempat, dua keluarga yang tinggal di rumah itu sangat tertutup. "Ngotrak di sini itu sudah sekitar tiga tahunan. Saya nggak tahu persis keluarganya karena memang sangat tertutup," kata Mislan.

Berdasarkan informasi, ada tiga orang yang dibawa oleh tim Densus 88. Tiga orang tersebut masing-masing atas nama Nur Hidayat seorang dokter, Muhammad Saifudin Zuhri serta Anang sang pemilik kontrakan.

Disebutkan, keberadaan dua keluarga itu juga sempat dipantau oleh TNI dan Polri sepekan terakhir. "Info masuk itu semingguan yang lalu. Danramil sama polsek sering menanyai ke sini. Namun, ya di sini sangat tertutup," katanya.

Sementara itu, Lurah Bajang Imam Herimiadi mengatakan, jika para penghuni rumah kontrakan itu tak pernah mengikuti kegiatan masyarakat. Di rumah ini pula sering dilakukan pertemuan rutin namun tertutup. "Acaranya tertutup dan eksklusif. Jadi nggak begitu tahu," aku Imam. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,