Fenomena Menyeramkan Mudik Lebaran Warga Bangladesh

Fenomena Menyeramkan Mudik Lebaran Warga Bangladesh

Fenomena menyeramkan mudik Lebaran warga Bangladesh. (foto - AFP)

Dhaka - Sedikitnya 11,5 juta jiwa meninggalkan Dhaka Bangladesh dalam rangka mudik ke kampung halamannya merayakan Lebaran. Sementara di Afghanistan, Lebaran tahun ini kemungkinan akan dilewati dengan damai, setelah pemerintah dan Taliban menyepakati gencatan senjata.

Apabila di Jakarta sekitar 70 persen dari total penduduknya yang mencapai 8 juta jiwa melaksanakan mudik, maka di ibukota Dhaka jumlah warga yang meninggalkan kota mencapai 11,5 juta jiwa.

Warga pun nekat menaiki kereta yang sudah penuh sesak dengan penumpang di Dhaka Bangladesh. Perjalanan menyeramkan dengan kereta penuh sesak itu dilakukan warga Bangladesh, agar bisa pulang ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idulfitri 1439 H.

Dilansir AFP, Kamis (14/6/2018) Sekjen Asosiasi Keselamatan Penumpang, Mozammel Hoque Chowdury menyebutkan, di Pakistan kepadatan lalu lintas terjadi beberapa hari terakhir. Pihak berwenang memprediksi kepadatan kendaraan mencapai dua kali lipat di hari libur Lebaran, meski tidak disebutkan angkanya.

Untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, perusahaan kereta api meluncurkan "Kereta Id" dengan tambahan gerbong yang disertai dengan diskon. Kepadatan lalu lintas juga terjadi di Malaysia beberapa hari terakhir. Arus lalu lintas naik 70 persen dibandingkan dengan hari biasa.

Sementara di India, meski 180 juta penduduknya beragama Islam, pulang kampung bukan tradisi di negara tersebut. Tidak ada gelombang arus lalu lintas massif di kota-kota besar India menjelang Lebaran.

Namun bagi sebagian perantau, pulang kampung saat Lebaran tetap menjadi keharusan. Seorang pegawai bank di New Delhi, Shakir Khan misalnya, mengaku akan mudik selama libur Lebaran.

"Kami hidup di dunia yang sangat cepat dan Idul Fitri selalu istimewa karena memberi Anda kesempatan untuk berhubungan kembali dengan keluarga dan teman-teman," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,