50 Tewas, Bom Meledak Saat Pertandingan Voli

50 Tewas, Bom Meledak Saat Pertandingan Voli

Pasukan keamanan Afghanistan memeriksa lokasi serangan di sebuah turnamen bola voli di Afghanistan timur.(Foto:Net)

Praktika -  Sekitar 50 orang dilaporkan tewas dan 60 lainnya terluka, setelah bom bunuh diri meledak di tengah kerumunan penonton pertandingan bola voli di Afghanistan, Minggu. Ini  yang menjadi serangan paling mematikan sejak 2011.
 
Dilansir Reuters, ledakan terjadi dalam sebuah turnamen antara tiga tim voli setempat di Provinsi Praktika, yang berbatasan dengan Pakistan. Sebagian besar korban tewas dan terluka adalah anak-anak.
 
"Saya dan kawan-kawan sedang menonton pertandingan, lalu saya mendengar ledakan. Saat membuka mata di rumah sakit, saya tidak tahu nasib kawan-kawan saya," kata Abdulhay, bocah lelaki berusia 11 tahun yang dirawat karena terluka di rumah sakit Sharana.
 
Wakil Gubernur Paktika Attaullah Fazli mengatakan, pelaku bom bunuh diri yang menggunakan sepeda motor, meledakan bom di tengah kerumunan penonton. "Banyak orang, termasuk pejabat dan kepala polisi juga ada di sana," kata Attaullah.
 
Juru bicara pemerintah provinsi Mukhlis Afghan mengatakan, serangan di Distrik Yahya Khail dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.00 waktu setempat, saat ratusan orang berkumpul untuk menyaksikan pertandingan.
 
"Skala serangan dan dampaknya mengejutkan. Kami telah meminta Kabul mengirimkan helikopter, untuk membawa beberapa korban yang terluka serius," kata Mukhlis.
 
Sementara Presiden Ashraf Ghani yang berkuasa sejak September lalu mengecam serangan itu. Serangan brutal terhadap warga sipil sama sekali tidak dapat dijustifikasi. Serangan di Afghanistan itu, terjadi pada hari yang sama dengan disetujuinya perpanjangan masa penempatan pasukan NATO oleh parlemen.
 

Sekitar 12.500 pasukan Amerika Serikat (AS) di bawah operasi NATO akan selesai masa tugasnya, akhir 2014. Namun NATO akan melanjutkan misi di Afghanistan dengan nama baru, pada 2015, yang difokuskan untuk memberi dukungan pada pasukan Afghanistan. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,