Starbucks Bakal Tutup 150 Gerai karena Penjualan Menurun

Starbucks Bakal Tutup 150 Gerai karena Penjualan Menurun

Salah satu gerai Starbucks. (foto - Mashable)

Seattle - Sedikitnya 150  gerai kopi kenamaan Starbucks  rencananya akan  ditutup pada tahun ini.  Penutupan dilakukan mengingat mulai menurunnya penjualan di gerai-gerai toko ritel penyedia kopi itu di Amerika Serikat (AS).
 
Dilansir Reuters, perusahaan kopi terbesar di dunia itu saat ini tengah terhimpit persaingan ketat, baik dari kedai kopi lain maupun jaringan ritel makanan cepat saji yang juga menjual kopi dengan harga lebih murah. Sebut saja McDonald's atau Dunkin Donuts.
 
Sejumlah analis memperkirakan, toko masih bisa menjual dan mengantongi pendapatan yang sama di AS. Namun perkiraan tersebut meleset selama enam kuartal terakhir. Untuk bertahan, perusahaan akan mengkalkulasi jika akan mendirikan gerai baru dengan biaya yang lebih rendah, demi kondisi keuangan yang lebih sehat pada 2019 mendatang.
 
Selain itu, minat konsumen untuk food and beverage memang lebih cepat berubah. Oleh karena itu, gerai akan memperkenalkan minuman dingin dengan menu baru, seperti sari buah naga dan mangga. Minuman itu untuk mengakomodir tren kesehatan dan kebugaran yang makin meningkat.
 
Menurut Kepala Eksekutif dan Founder Starbucks Howard Schultz, pihaknya bersama Chief Executive Kevin Johnson berusaha memperbaiki citra perusahaan pasca-insiden rasis, yang melibatkan penangkapan dua pria kulit hitam di sebuah gerai Starbucks di Philadelphia.
 
Johnson memperkirakan, penjualan di seluruh gerai di dunia masih bisa naik meski hanya 1 persen pada kuartal ketiga, jauh di bawah perkiraan analis sebesar 3 persen. "Itu hanya sementara, kami juga ada peningkatan biaya karena kami meningkatkan investasi. Memang kinerja kami beberapa waktu terakhir tidak sesuai dengan target," kataya.
 
Sementara pada tahun lalu sebanyak 50 gerai di Seattle juga telah ditutup. Namun, Starbucks juga akan mencoba rencana baru, seperti opsi lisensi toko namun tetap dioperasikan perusahaan. Cina merupakan salah satu negara yang menjadi motor penggerak bisnis Starbucks, di Cina penjualan naik sebanyak 4 persen. (Jr.)**
.

Categories:Info Bisnis,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait