6 orang Tewas Penjual Miras Oplosan di Cengkareng Diciduk

6 orang Tewas Penjual Miras Oplosan di Cengkareng Diciduk

Polres Metro Jakbar gelar konferensi pers terkait tewasnya 6 orang akibat miras oplosan di Cengkareng. (foto - ist)

Jakarta - Jajaran Polres Metro Jakarta Barat menangkap Sari (51),  penjual miras oplosan yang menewaskan enam pemuda di Cengkareng Timur. Sari ditangkap di tempat usahanya di Jalan Kincir Raya Cengkareng Timur.

Berdasarkan informasi, Sari baru menjual miras oplosan pada 21 Juni 2018 yang mengakibatkan enam pemuda tewas. "Keenam orang itu yakni MR (27), TT (48), HS (48), RZ (35), AS (39) dan HR (33)," sebut Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu, dalam keterangannya, Senin (25/6/2018).

Para korban meminum oplosan dan meninggal dalam waktu yang berbeda. Korban TT, HS, MR dan RZ meminum oplosan di rumah TT di Cengkareng Timur pada 23 Juni 2018. Sedangkan AS meninggal pada 24 Juni 2018, dan korban terakhir bernama HR meninggal pada Senin dinihari tadi pukul 02.15 di RSUD Cengkareng.

"Berdasar keterangan saksi, korban HR sering minum minuman keras dengan nama minuman Gingseng seharga Rp 15.000. Setelah itu muntah-muntah pada Minggu 24 Juni malam, sehingga dibawa ke RSUD Cengkareng," kata Edi.

Polisi kemudian menangkap Sari pada Senin pagi. Sari mengkamuflase usaha miras oplosan dengan rumah pembuatan parfum. "Namun penjualannya tertutup dengan modus rumah, dan membeli miras dari Gunung Sahari. Modus membuat parfum tapi malah dijadikan miras," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi.

Disebutkan, Sari sendiri belajar membuat miras oplosan dari video. Ia mencampur beberapa bahan berbahaya ke dalam miras.  "Miras oplosan itu dibuat dengan bahan dasar metanol atau alkohol. Bersifat toxic yang tidak boleh dikonsumsi dan mencampur dengan teh gula dan air putih," kata Hengki.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan beberapa barang bukti. Antara lain 10 buah dirigen ukuran 20 liter alkohol 70 persen, 3 jeriken ukuran 10 liter berisi alkohol 70 persen. Selain itu, 2 jeriken ukuran 10 liter oplosan siap edar, 24 kemasan plastik oplosan siap edar yang dijual Rp 15.000, 22 kemasan plastik oplosan siap edar yang dijual Rp 25.000.

Hengki mennambahkan, polisi akan menjerat pelaku dengan Pasal 204 KUHP tentang menjual barang yang bisa membahayakan nyawa atau kesehatan. "Hukumannya penjara maksimal 20 tahun," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,