Wanita asal Thailand Bawa Sabu 1 kg Diringkus di Semarang

Wanita asal Thailand Bawa Sabu 1 kg Diringkus di Semarang

Wanita asal Thailand ditangkap di Bandara Ahmad Yani Semarang kedapatan bawa 1,149 kg sabu. (foto - ist)

Semarang - Tim  Bea dan Cukai Tanjung Emas  Semarang meringkus  seorang perempuan  muda  warga  negara Thailand. Perempuan yang berprofesi sebagai penyanyi kafe itu berusaha menyelundupkan sabu seberat 1,149 kg, lewat Bandara Ahmad Yani Semarang.
 
Barang bukti dan tersangka bernama Wilaiwan Boonyiam (22) tersebut digelar dalam jumpa pers, di kantor wilayah Direktorat Bea dan Cukai Jateng - DIY di Semarang, Selasa (3/7/2018).
 
Kepala Kantor Pengawas dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas, Tjertja Karja Adil mengatakan, tersangka ditangkap Minggu 1 Juli sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu ia baru tiba dari Singapura menggunakan penerbangan Silk Air MI 104. "Tingkah lakunya mencurigakan," katanya.
 
Perempuan bertato itu tampak bingung meski sudah lolos X-ray. Petugas menghampiri dan melakukan pemeriksaan. Benar, ditemukan plastik berisi sabu yang sengaja disembunyikan di dinding tas ransel miliknya.
 
Sabu itu tidak terpantau di X-ray karena disembunyikan di sebuah lapisan hitam di dinding ransel kemudian dilem. "Ini dilem, di X-ray pertama tidak kelihatan. Karena curiga dengan tingkahnya, gugup dan gelisah, maka kita panggil," tegas Tjertja.
 
Ketika diperiksa, petugas mengalami kendala karena tersangka tidak bisa bahasa Inggris maupun Indonesia. Dalam pemeriksaan, ia sempat mengaku sebagai penyanyi di Thailand. "Dari hasil wawancara, tersangka merupakan seorang penyanyi dan baru ke Semarang dengan tujuan belanja," katanya.
 
Kepala BNNP Jateng, Brigjen Tri Agus Heru Prasetyo mengatakan, perempuan muda itu merupakan kurir yang berangkat dari Bangkok menggunakan Singapura Airlines menuju Singapura, lalu ke Indonesia menggunakan SilkAir. Pelaku mengaku diperintah oleh seseorang di negaranya.
 
Pelaku baru akan diberi tiket pulang setelah menyerahkan sabu itu ke seseorang di Semarang. Selain itu, ia dijanjikan diberi upah 1.500 dolar AS atau sekitar Rp 21 juta. "Tersangka masih dilakukan penyidikan dan pengembangan," katanya.
 
Barang bukti yang diamankan antara lain sabu seberat 1,1 kg, tas ransel, handphone, paspor, tanda pengenal dan uang 500 dolar AS. Tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2), jo Pasal 132 ayat (1), Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,