Suhu Udara Bandung di Titik Terendah Capai 17,6 Derajat C

Suhu Udara Bandung di Titik Terendah Capai 17,6 Derajat C

Menikmati pemandangan malam Kota Bandung meski suhu udara terasa lebih dingin. (foto - ilustrasi)

Bandung - Suhu udara di  wilayah Kota  Bandung dan  sekitarnya  pada Rabu 4  Juli 2018  malam hingga  Kamis dinihari mencapai titik terendahnya, yakni 17,6 derajat Celsius. Tak heran jika sebagian warga Bandung merasa kedinginan.
 
Menurut Prakirawan BMKG Bandung Jadi Hendarmin, kondisi serupa masih akan terjadi untuk beberapa hari ke depan. Hal itu disebabkan masih adanya pergerakan masa udara dari wilayah Australia menuju kawasan Asia dan melintasi Jawa Barat.
 
"Kalau dari suhu, memang bulan ini mencapai titik terendah. Malamnya terasa dingin sekali, sedangkan  siang hari panas terik. Ditambah lagi angin kemarau berembus cukup kencang dari wilayah tenggara," katanya kepada PRFM, Kamis (5/7/2018).
 
Untuk wilayah Bandung dan sekitarnya, suhu udara Kamis 5 Juli 2018 berkisar 17,3 hingga 29,9 derajat Celsius, dengan kelembapan 40 hingga 89 persen. Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan 5 sampai 20 km/jam.
 
Dengan kondisi cuaca tersebut, Jadi Hendarmin mengimbau masyarakat yang beraktifitas di luar ruangan agar berhati-hati, dan waspada untuk tetap mengenakan pakaian tebal.
 
Sementara itu, dari Cirebon dikabarkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Jatiwangi Majalengka menyatakan, angin akan yang menghantam wilayah Cirebon disebabkan badai tropis Maria yang berada di utara Indonesia.
 
"Angin kencang yang terjadi mencapai maksimum 40 km/jam. Hal itu terjadi di wilayah Indonesia terutama di Ciayumajakuning atau wilayah Cirebon," kata Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Jatiwangi Majalengka, Ahmad Faa Iziyn.
 
Faktor lainnya, yakni adanya gunung Ciremai.  Angin berembus dari arah tenggara ke selatan atau dari belakang Gunung Ciremai dan turun. "Hal itu menyebabkan dorongan angin yang menuju ke wilayah Ciayumajakuning cukup kencang," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,