Kantor Ombudsman Dibobol Data Pengaduan PPDB Raib

Kantor Ombudsman Dibobol Data Pengaduan PPDB Raib

Kantor Perwakilan Ombudsman Jawa Barat dibobol maling. (foto - prfmnews)

Bandung - Kantor Perwakilan Ombudsman Jawa Barat disatroni oleh orang tidak dikenal, yang berhasil mencuri dua handphone dan satu unit laptop. Barang yang diambil itu berisi data-data laporan pengaduan PPDB 2018.
 
Kejadian tersebut terjadi, Rabu (11/7/2018) sekitar pukul 14.28 WIB. Pelaku mengambil dua buah handphone dari meja penerimaan tamu, serta laptop dari Ruang Penerimaan Laporan Ombudsman Jabar.
 
Berdasarkan rekaman CCTV, tampak pelaku memakai topi abu, jaket berwarna gelap dan celana panjang loreng mengendap-endap saat memasuki kantor Ombudsman Jabar.
 
Pelaku juga dengan hati-hati melihat situasi di sekelilingnya, sebelum melancarkan aksinya. Bahkan, ia juga sempat mondar-mandir dengan gerak-gerik yang mencurigakan.
 
Ketika situasi aman, pelaku mulai masuk ke meja penerimaan tamu dan mengambil handphone. Kemudian ia sempat menuju pintu keluar dan balik lagi masuk ke dalam Ruang Penerimaan Laporan untuk mencuri laptop.
 
Ketika kejadian, situasi di Kantor Ombudsman Jabar memang lagi sepi. Petugas keamanan yang biasanya berjaga di depan kantor sedang bertugas ke luar kota. Sedangkan petugas penerima tamu tengah tidak berada di tempat.
 
Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Barat Haneda Sri Lastoto mengungkapkan, sebagian data pengaduan termasuk PPDB 2018 yang ada di handphone raib dibawa pelaku.
 
"Bukan hanya data laporan, tapi koordinasi antar-lembaga, seperti beberapa kontak dan tindak lanjut suatu laporan juga hilang. Mudah-mudahan tidak semua hilang," kata Haneda di kantornya Jalan Kebonwaru Utara Kota Bandung.
 
Menurutnya, hal yang lebih mengkhawatirkan data pekerjaan sejak 2012 yang ada di laptop juga ikut dibawa pelaku. "Di ada data pekerjaan dari 2012, berbagai kegiatan dan sebagian ada di laptop yang hilang," tambahnya.
 
Kejadian itu baru diketahui ketika salah satu Asisten Ombudsman Jabar yang baru selesai menerima laporan dari masyarakat. Saat akan memasukkan data tersebut ke laptop, ternyata laptop-nya sudah tidak ada.
 
Pihaknya langsung melaporkan hal itu ke pihak kepolisian. Tim Inafis dari Polrestabes Bandung langsung datang ke lokasi untuk mengambil sejumlah barang bukti, dan melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
 
Haneda menegaskan, proses pelaporan terkait pelayanan publik tidak terganggu. Masyarakat tetap bisa menyampaikan aduan seperti biasa. "Pelaporan tidak terganggu, tidak ada perubahan jadwal, masyarakat silakan datang untuk dilayani seperti biasa," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,