Perkosa Gadis Remaja, 7 Orang Termasuk Kepsek Diringkus

Perkosa Gadis Remaja, 7 Orang Termasuk Kepsek Diringkus

Pemerkosaan terhadap remaja putri di India kian marak. (foto - Reuters/ilustrasi)

New Delhi - Sedikitnya  tujuh  orang  ditangkap  kepolisian  India atas  dugaan  pemerkosaan dan  pemerasan,  terhadap seorang remaja putri selama berbulan-bulan. Bahkan, ada seorang kepala sekolah dan seorang guru di antara tersangka yang ditangkap.
 
Dilansir Reuters, para tersangka yang ditangkap terdiri atas lima siswa, seorang guru dan seorang kepala sekolah di wilayah Bihar, Selasa 10 Juli waktu setempat. Kasus itu menambah panjang daftar kasus pemerkosaan yang kian marak di India.
 
Penangkapan dilakukan setelah korban seorang remaja putri berusia 15 tahun melapor ke polisi setempat. Kepala kepolisian distrik setempat Har Kishore Rai menyatakan, korban mengakui dirinya diperkosa oleh para siswa di toilet sekolah pada Desember 2017.
 
Menurut korban, tindak kekerasan seksual itu terus berlanjut selama tujuh bulan. Korban juga mengaku diperkosa oleh sang kepala sekolah dan dua orang guru, ketika dia melaporkan insiden itu kepada mereka.
 
"Menurut keterangan korban, dalam kurun tujuh bulan sebanyak 19 orang melakukan pemerkosaan terhadapnya," kata Rai. Dari jumlah itu, sebanyak 16 pelaku pemerkosaan merupakan siswa satu sekolah dengan korban.
 
"Lidik masih berlangsung, kami sedang mencari bukti terhadap setiap tertuduh," tegasnya.  Kasus itu menuai kecaman publik. Kelompok oposisi di Bihar menyalahkan pemerintahan setempat, yang dianggap gagal melindungi anak perempuan dan wanita.
 
"Bayangkan seorang gadis di bawah umur diperkosa oleh kepala sekolah dan sejumlah guru bersama teman-teman sekelasnya. Bagaimana Anda akan menilai penegakan hukum di Bihar?" tegas Shakti Yadav, selaku juru bicara partai oposisi, Rashtriya Janata Dal.
 
Sementara itu, pejabat wilayah Bihar, Arun Kumar menyatakan otoritas sekolah telah diminta 'untuk mengambil sejumlah langkah yang diperlukan, untuk memastikan keselamatan para murid perempuannya'. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,