Disdik Kota Bandung Terima 700 Aduan PPDB Soal Pungli

Disdik Kota Bandung Terima 700 Aduan PPDB Soal Pungli

Para orangtua siswa mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung. (foto - ist)

Bandung - Dinas Pendidikan Kota Bandung menerima 700 laporan aduan terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB untuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Pengaduan mencakup masalah zonasi hingga nilai akademis.
 
Menurut Sekretaris Disdik Bandung Mia Rusmiasari, semua aduan yang masuk ke Disdik Kota Bandung akan ditindaklanjuti dan dikaji sesuai aturan PPDB yang berlaku akan diselesaikan dan menjadi bahan evaluasi.
 
Di antara laporan pengaduan yang masuk, banyak orangtua siswa yang anaknya gagal bersekolah di  sekolah negeri meminta keringanan biaya, ketika harus bersekolah di sekolah swasta. "Kami akomodasi semua sesuai aturan yang jelas bekerjasama dengan Badan Musyawarah Perguruan Swasta agar ada kebijakan pembiayaan,” katanya.
 
Disdik Kota Bandung juga akan memberikan bantuan bagi warga tidak mampu yang akan bersekolah di sekolah swasta berupa hibah operasional, personal dan investasi. Salah satu bantuannya yakni penggunaan Kartu Bandung Juara.
 
Kartu yang diterbitkan tahun lalu itu dapat digunakan untuk membeli semua perlengkapan sekolah yang dibutuhkan siswa, seperti seragam, sepatu maupun buku. Sejauh ini, penerapan Kartu Bandung Juara masih berjalan.
 
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR Sutan Adil Hendra meminta pemerintah menindak tegas praktek pungutan liar selama proses PPDB di sekolah. "Kami mendapat laporan banyak terkait praktik pungli  di sekolah selama proses PPDB. Bahkan pungli seolah menjadi budaya dalam setiap penerimaan siswa baru," katanya.
 
Menurut Sutan Adil Hendra, praktik jual beli kursi sebenarnya telah dikurangi lewat penerapan sistem zonasi pada PPDB. Sebab zonasi akan membuat strata favorit antarsekolah berkurang, yang logikanya mengurangi kesempatan terjadinya pungli.
 
Namun demikian, kenyataannya justru malah membuat oknum di sekolah tambah berani memasang tarif memperjualbelikan kursi. "Kuncinya ada di pengawasan," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Pendidikan,
Tags:,