Pria Berbuat cabul lalu Remas Payudara Mahasiswi di Depok

Pria Berbuat cabul lalu Remas Payudara Mahasiswi di Depok

Seorang mahasiswi jadi korban cabul seorang pria di Depok. (foto - ilustrasi)

Depok - Pelecehan seksual dengan cara meremas payudara kembali terjadi di wilayah Depok. Lebih parahnya lagi, pelaku sudah nekat mengeluarkan alat vitalnya dan mengancam membunuh korban.
 
Korban seorang berinisial SN (21), mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Depok yang kerap menjajakan makanan ringan di Gang Swadaya II Kelurahan Tugu Cimanggis Depok. "Saya baru 15 menit keliling dagang, lalu pelakudatang dari arah berlawanan. Karena jalannya cuma muat satu motor dan saya bawa boks isi makanan, jadi saya berhenti biar dia bisa lewat," kata SN di Cimanggis Depok, Senin (16/7/2018).
 
Menurutnya, peristiwa itu terjadi Minggu 15 Juli 2018 sekitar pukul 06.30 WIB di sebelah Mako Brimob Kelapa Dua Cimanggis Depok. Pria dengan tinggi sekitar 170 sentimeter dan agak gemuk, mengenakan jaket hitam bercelana panjang hitam mengendarai motor itu menatap tajam ke arah SN.
 
Pelaku lalu berjalan menghampirinya dan sempat berpikir jika pria misterius itu ingin membeli makanan yang dijajakan. Namun seketika berubah justru pelaku meremas payudara dan langsung melarikan diri. "Sampai di tempat saya ia berhenti dan meraba payudara saya. Saya enggak bisa melawan karena takut dan kedua tangan saya masih membawa makanan yang cukup berat karena baru mulai dagang," katanya.
 

Rasa takut SN sontak membuat terdiam melihat pelaku kabur ke arah Jalan Taman Indah 1 Cimanggis. Namun setelah berjalan 3 meter, pria misterius itu kembali memutar arah masuk ke Gang Swadaya II dan kembali bertemu.

 

 

Meski ketakutan, dengan wajah pucat dan tubuh gemetar SN coba berani melawan, karena pelaku kembali bertanya harga makanan yang sedang dijajakan. Nahas pria misterius itu kembali meraba dan meremas payudara.
 

"Saya sebenarnya takut, tapi saya coba kendalikan rasa takut saya. Apalagi ini makanan punya orang, saya cuma jualin. Pas ia nanya harga itu dia kembali meraba dada saya lagi. Di situ saya baru berani melawan," kata SN.

 

 

Namun apa daya, pelaku makin nekat mengeluarkan alat vitalnya dan sempat mengancam akan membunuh. "Saya bentak 'Kakak jangan kayak gitu', tapi ia malah bilang 'Enggak apa sebentar saja'. Habis itu ia turun dari motor dan mengeluarkan alat vitalnya yang sudah ereksi. Saya ketakutan dankabur, pelaku menempeleng kepala saya," keluhnya.
 

Merasa terancam akan dibunuh, SN berteriak kencang meminta pertolongan kepada warga sekitar. Sayang saat itu tidak ada warga yang sedang beraktivitas di Gang Swadaya II, sehingga pelaku berhasil meloloskan diri.

 

 

"Waktu kejadian sepi. Tapi ada ibu Enci yang mendengar teriakan saya dan langsung melongok ke jalan. Teman kampus saya yang ngontrak di sana juga sempat mengejar pelaku, tapi enggak tertangkap," ungkapnya.
 

Rasa takut menjadi korban pelecehan seksual membuat SN tidak dapat mengingat persis ciri pelaku dan plat nomor sepeda motor, yang diduga berjenis Yamaha Mio yang dikemudikan pelaku. Ia menegaskan, akan melaporkan musibah yang menimpanya setelah mendapatkan bukti.

"Sekarang saya belum lapor polisi karena belum punya bukti. Namun saya pasti akan lapor polisi setelah punya bukti. Saya mau pelakunya tertangkap biar dia enggak melakukan hal serupa," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,