Mahasiswi Korban Remas Payudara Dibayangi Rasa Takut

Mahasiswi Korban Remas Payudara Dibayangi Rasa Takut

Korban remas payudara di Depok masih dibayangi ketakutan. (foto - ist)

Depok - SN (21),  mahasiswi korban  pelecehan seksual  di Depok masih mengalami trauma.  Ia tak mengira aksi bejat seorang pria misterius, yang mengeluarkan kemaluan dan meremas payudaranya serta mengancam untuk membunuhnya.
 
Peristiwa yang menimpa SN terjadi pada Minggu 15 Juli 2018 sekitar pukul 06.30 WIB. Atas kejadian itu, bayang-bayang pelaku pun masih tergambar secara jelas dalam ingatan SN. Hal itu menyebabkan ia mendapat gangguan tidur dan makan serta ketakutan.
 
"Sejujurnya saya masih trauma. Semalam saya nangis hampir dua jam, tidur juga enggak pulas karena kebayang-bayang melulu. Hari ini saya enggak dagang karena masih takut," kata SN kepada wartawan, Selasa (17/7/2018).
 
SN yang berstatus sebagai mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Depok itu menyatakan, ia akan melaporkan pelecehan seksual yang menimpa dirinya. Namun, barang bukti yang menjadi kendala pelaporan.
 
"Saya belum lapor polisi karena belum punya bukti. Saya memang takut, tapi saya pasti akan lapor polisi setelah punya bukti. Saya mau pelakunya tertangkap biar dia enggak melakukan hal serupa," tegasnya.
 
Aksi bejat pria misterius itu membuat khawatir akan kembali beraksi di wilayah dekat kediamannya di wilayah Cimanggis Depok. Untuk itu, SN melaporkan kepada ketua RT 02/RW 05 Kelurahan Tugu Sunarto (62), setelah dagangannya terjual habis.
 
Seperti diketahui, pelecehan seksual dengan cara meremas payudara kembali terjadi di wilayah Depok. Bahkan, lebih parah lagi si pelaku sudah nekat mengeluarkan alat vitalnya dan mengancam membunuh korban. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,