Buronan Korupsi Rp 4,8 Miliar Diciduk di Apartemen Kalibata

Buronan Korupsi Rp 4,8 Miliar Diciduk di Apartemen Kalibata

Ketua DPC PDIP Kota Lhokseumawe Husaini Setiawan. (foto - ist)

Jakarta - Ketua DPC PDIP Kota Lhokseumawe Husaini Setiawan ditangkap di Apartemen Kalibata City Jakarta Selatan, Rabu sekitar pukul 14.50 WIB. Husaini adalah terpidana kasus korupsi di Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe Aceh, Tahun Anggaran 2011.
 
"Negara dirugikan sebesar Rp 4,8 miliar," kata Jamintel Kejagung Jan S Maringka. Upaya hukum kasasi Husaini telah ditolak Mahkamah Agung lewat surat keputusan MA Nomor: 434/PID.SUS/2015 tanggal 25 Januari 2016. Setelah keluar putusan itu, ia tidak pernah menanggapi surat yang dikirimkan Kejari Lhokseumawe.
 
Sejak 7 Juni 2018, ia pun masuk daftar pencarian orang (DPO). Husaini merupakan buronan ke-133 yang ditangkap tim Kejaksaan lewat operasi Tabur. Saat ini Husaini sudah diamankan ke Kejari Jaksel. Pengusaha Kota Lhokseumawe itu semula berniat maju sebagai calon anggota DPR Dapil II Propinsi Aceh, pada pemilihan legislatif (Pileg) 2019.
 
"Husaini Setiawan Bin Abdul Gani merupakan terpidana dalam  perkara tindak pidana korupsi pada Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe TA 2011, dengan nilai kerugian negara Rp 4.868.379.818," kata Jan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/7/2018).
 
Jaksa Agung HM Prasetyo telah menyatakan, pihaknya akan terus melakukan pengejaran terhadap sejumlah buronan kasus korupsi. Ia memperingatkan para buronan kasus korupsi untuk segera melunasi kerugian negara dan menjalani vonis pengadilan.
 
Operasi penangkapan buron Kejaksaan yang dilakukan oleh tim khusus Kejaksaan Agung dengan sandi Tabur 31.1 terus berlanjut. "Kita berikan message pada mereka, tidak ada tempat yang aman bagi para buronan. Mereka tidak merasa aman dan tidur nyenyak, kita akan kejar terus sampai betul-betul mereka bisa kita eksekusi sampai dengan putusan pengadilan memiliki kekuatan hukum tetap," kata Prasetyo.
 
Operasi Tabur 31.1 telah digalakkan Korps Adhyaksa dalam menangkap para buronan sejak Desember 2017. Lewat operasi dari tahun ke tahun Prasetyo mengklaim, Kejaksaan telah berhasil mengembalikan banyak kerugian negara. Sejauh ini, operasi Tabur 31.1 sudah menangkap sekitar 131 buron tindak pidana korupsi. (Jr.)**
 
.

Categories:Daerah,
Tags:,