Disegel, Bangunan Karya Soekarno di Jalan Gatot Subroto 54

Disegel, Bangunan Karya Soekarno di Jalan Gatot Subroto 54

Pemkot segel bangunan bersejarah karya Presiden pertama Ir. Soekarno di Jalan Gatot Subroto Nomor 54 Bandung yang dibongkar pemiliknya. (foto - ist)

Bandung -  Salah satu bangunan bersejarah karya Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno yang berada di Jalan Gatot Subroto Nomor 54 Kelurahan Malabar Kecamatan Lengkong Kota Bandung, dibongkar pemiliknya. Padahal, bangunan itu marupakan salah satu gedung heritage, yang harus tetap dirawat dan dilestarikan sebagai warisan.
 
Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung Iskandar Zulkarnain, pembongkaran bangunan itu tak mengantongi izin dan menyalahi kaidah pembongkaran sebuah bangunan, yang masuk dalam cagar budaya.
 
"Paling fatal pemilik telah membongkar sejumlah ornamen dan atap yang memiliki nilai heritage. Termasuk kayu-kayu penyangga bangunan juga dibongkar," katanya, Senin (23/7/2018).
 
Menurut Iskandar, berdasarkan Keputusan Walikota (Kepwal) tahun 2013 bangunan itu masuk dalam heritage golongan B, yang memungkinkan untuk direnovasi. Namun, pemilik bangunan harus memperhatikan kaidah tertentu dan melakukan konsultasi dengan Tim Cagar Budaya jika hendak merenovasi.
 
"Karena masuk heritage golongan B, maka tidak bisa begitu saja dibongkar. Pemilik juga harus memiliki tim arsitek bersertifikat," katanya. Saat ini Distaru dan Satpol PP Kota Bandung telah menyegel bangunan itu, karena melanggar Perda kota Bandung 12 tahun 2009 tentang bangunan cagar budaya.
 
Mengenai nasib bangunan itu sendiri, Distaru segera melakukan rapat dengan berbagai pihak, antara lain Satpol PP, Tim Cagar Budaya, Disbudpar serta pemilik bangunan. "Besok kita akan rapatkan dengan berbagai pihak. Ke depan, jika ada masyarakat yang menemukan hal-hal seperti ini harap segera melaporkan," tegasnya.
 
Sementara itu, Walikota Bandung Ridwan Kamil geram atas pembongkaran bangunan kembar Sukarno yang masuk dalam cagar budaya. Bahkan, Emil pun langsung turun untuk memantau proses penyegelan rumah tersebut.
 
Ia seolah tak terima bangunan rumah kembar yang didesain langsung oleh Presiden Sukarno itu kini kondisinya hancur. "Bangunan ini bersejarah oleh pemiliknya dihancurkan dengan cara-cara yang melanggar aturan," kata Emil.
 
Sebelum melakukan penyegelan Emil didampingi sejumlah kepala dinas sempat masuk untuk melihat langsung kondisi rumah. Ironisnya, bangunan yang harusnya dilestarikan malah dalam keadaan rusak parah. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,