Dokter Ryan Helmi Tembak Istrinya Dituntut Hukuman Mati

Dokter Ryan Helmi Tembak Istrinya Dituntut Hukuman Mati

Terdakwa dr. Ryan Helmi yang menembak istrinya dr Letty di Klinik Az-Zahra Jalan Dewi Sartika Cawang Jakarta Timur pada 9 November 2017. (foto - ist)

Jakarta - Jaksa Penuntut Umum  Felly Kasdi  minta majelis hakim  menjatuhi terdakwa kasus  pembunuhan dr. Ryan Helmi dengan hukuman mati. Ryan Helmi merupakan pelaku pembunuhan dr. Letty Sultri yang tiada lain adalah istrinya sendiri.
 
"Meminta majelis hakim untuk menjatuhkan pidana terhadap Ryan Helmi alias Helmi dengan pidana mati," katanya ketika membacakan surat tuntutan di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Selasa (24/7/2018).
 
Menurut Felly, Helmi terbukti melanggar Pasal 340 KUHP mengenai pembunuhan berencana terhadap istrinya. Hal itu berdasarkan sejumlah keterangan saksi selama persidangan. Ia juga telah melanggar UU  Darurat Nomor 12 Tahun 1951, tentang kepemilikan senjata api yang dibelinya untuk menghabisi nyawa istrinya.
 
"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana," katanya.  Jaksa menilai, tidak ada hal yang meringankan hukuman Helmi. "Hal memberatkan terdakwa telah menghilangkan nyawa orang lain, memiliki senjata api secara ilegal dan membahayakan orang lain," tegasnya.
 
Menanggapi tuntutan JPU, hakim ketua yang dipimpin oleh Puji Harian memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan pembelaan atau pledoi. Setelah berkoordinasi dengan penasihat hukum, Helmi akan melakukan pembelaan, pada Kamis 26 Juli mendatang.
 
Seperti diketahui, Helmi menembak istrinya dari jarak dekat di Klinik Az-Zahra Jalan Dewi Sartika Cawang Jakarta Timur, pada 9 November 2017. Ia tiba-tiba datang ke klinik tempat istrinya bekerja dengan menumpang ojek online. Tiba di klinik, Helmi ingin berbicara dengan sang istri.
 
Namun, dokter Letty menolak dan setelah itu Helmi menembakkan enam peluru ke tubuh istrinya. Setelah menembak istrinya, Helmi melarikan diri dari klinik itu dengan menumpangi ojek online. Ia minta diantarkan ke Mapolda Metro Jaya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,