Keracunan Keong Sawah di Sukabumi Telan Korban Jiwa

Keracunan Keong Sawah di Sukabumi Telan Korban Jiwa

Evakuasi korban keracunan tutut di Kampung Kebonkawung Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi. (foto - ist)

Sukabumi - Sedikitnya 52 orang warga Kampung Kebonkawung Desa Citamiang Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi harus dirawat di rumah sakit, diduga akibat keracunan seusai menyantap tutut (keong sawah). Satu orang atas nama Muhammad Thamrin (18) meninggal dunia, meski telah mendapatkan perawatan medis.
 
Korban mengembuskan napas terakhirnya, Selasa 24 Juli sore, setelah sehari dirawat di Rumah Sakit Betha Medika Cisaat.  "Sebelum meninggal korban sempat dirawat di RS Betha Medika Cisaat sejak Senin 22 Juli, tetapi nyawanya tidak tertolong," kata Kades Citamiang Ajang Sihabudin di Sukabumi, Selasa (24/7/2018).
 
Menurut Ajang, kasus dugaan keracunan massal tersebut terjadi pada Minggu sore. Ketika itu, korban dan puluhan warga lainnya membeli tutut dari pedagang keliling. Namun, pada malam harinya mereka mulai merasakan pusing kepala dan muntah-muntah.
 
Keesokan harinya, kondisi puluhan warga yang menyantap tutut tersebut semakin parah. Secara bertaham korban terus bertambah hingga harus dilarikan ke rumah sakit, karena kondisi tubuhnya melemah. Sejauh ini jumlah korban sudah mencapai 52 orang.
 
Tidak hanya di Desa Citamiang, keracunan tutut juga melanda desa tetangganya, yakni Desa Sukamanis dengan jumlah warga yang mengalami gejala keracunan sebanyak delapan orang, lima di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.
 
"Pengakuan dari warga yang membeli dan menyantap tutut tersebut malamnya baru terasa pusing, mual dan buang air besar terus menerus," kata Kades Sukamanis Ade Irawan.
 
Sementara itu, Muspika Kadudampit masih melakukan penyisiran terkait keracunan massal di dua desa tersebut. Sementara Polres Sukabumi Kota tengah melakukan penyelidikan, terkait kematian seorang warga setelah menyantap tutut tersebut. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,