Keracunan Tutut juga Terjadi di Bandung Barat 36 warga Dirawat

Keracunan Tutut juga Terjadi di Bandung Barat 36 warga Dirawat

Sebanyak 36 warga di Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat keracunan tutut. (foto - ist)

Bandung - Sedikitnya 36 warga empat desa di Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat dilarikan ke puskesmas, setelah mengalami keracunan keong sawah (tutut). Mereka mengonsumsi tutut yang dibeli dari pedagang keliling, pada Minggu 22 Juli.
 
Sejauh ini, polisi telah mengamankan tiga orang penjual tutut keliling tersebut untuk dimintai keterangan. "Tiga orang sudah diamankan dan sedang kami periksa," kata Kapolsek Gununghalu AKP Ikhwan Heriyanto, Rabu (25/7/2018).
 
Menurut Ikhwan, ketiga penjual tutut tersebut berinisial AG, IN dan AJ yang memiliki peran berbeda. AG bertugas mencari tutut dan IN mengolah tutut hasil tangkapan, sedangkan AJ menjual tutut yang sudah diolah.
 
"Tutut diambil AG dari waduk Cirata. Kemudian diolah oleh IN dan selanjutnya dijual secara keliling oleh AJ dengan menggunakan sepeda motor," tegas Ikhwan.
 
Ketiganya saat ini masih berstatus terperiksa. Polisi masih mendalami campuran apa yang menjadi penyebab  warga Bandung Barat tersebut keracunan. "Kasusnya masih kita dalami. Sementara untuk sample makanan sudah kita kirimkan ke Dinkes untuk diperiksa. Kita belum menerima salinan hasilnya".
 
Berdasarkan informasi, ke-36 warga tersebut dilarikan ke tempat pelayanan medis berbeda. Sebanyak 23 orang dibawa ke puskesmas Gununghalu, 9 orang di aula Desa Sukaresmi dan 4 orang di rumah sakit Cililin.
 
Kondisi mereka sejak dibawa ke tempat medis pada Senin 23 Juli berangsur membaik. "Sekarang masih ada 3 orang yang dirawat di puskesmas Gununghalu karena masih merasakan mual. Sedangkan yang lainnya sudah diperbolehkan pulang," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,