Gelombang Tinggi Sapu 28 Rumah Makan di Palabuhanratu

Gelombang Tinggi Sapu 28 Rumah Makan di Palabuhanratu

Puluhan rumah makan porak poranda diterjang gelombang laut hingga 9 meter di pesisir pantai selatan Palabuhanratu. (foto - ist)

Palabuhanratu - Sedikitnya 28  rumah makan porak poranda  diterjang gelombang  laut hingga 9 meter di  pesisir pantai selatan Palabuhanratu, Rabu (25/7/2018). Warga pun panik selain rumah mereka ambruk, gelombang tinggi itu pun merusak barang elektronik mereka.
 
Tanggul penahan gelombang laut yang berada di Blok Kebon Kalapa Desa Citepus Kecamatan Palabuhanratu ikut tergerus hantaman air laut.  Tanggul sepanjang 400 meter itu porak-poranda karena tidak mampu menahan gempuran air  laut selatan.
 
Dua unit kendaraan roda empat yang terparkir di salah satu bengkel pun ikut terendam air laut. Sementara di kawasan pantai Karang Hawu Kecamatan Cisolok fasilitas jogging track amblas akibat sapuan air laut.
 
Begitu pun tiga unit perahu milik warga rusak berat. Perahu congkreng milik nelayan setempat yang ditambat di pesisir Pantai Cibangban rusak, akibat hantaman gelombang laut. Begitu juga di pesisir Pantai Cikembang.
 
"Untuk itu kami menghimbau warga yang berada persis di bibir pantai tetap siaga. Bahkan, mereka diperintahkan menjauh jika ancaman gelombang tinggi makin membahayakan keselamatan jiwa warga," kata anggota Satpol PP setempat, Irawan Wibiksana.
 
Menurutnya, pihaknya melakukan berbagai upaya pencegahan akibat dampak gelombang tinggi dengan melakukan patroli. "Kami terus bersiaga jika sewaktu-waktu gelombang laut semakin membahayakan," katanya.
 
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman menyatakan, fasilitas dan rumah milik warga rusak di sekitar  Pantai Karang Hawu, Kebon Kalapa dan sebagian Pantai Cibangban Kecamatan Cisolok akibat tersapu gelombang laut.
 
Menurut Maman, pihaknya telah membentuk pos siaga gelombang laut. Pos yang berada tidak huh dari permukiman warga tersebut disiagakan, untuk lebih memudahkan koordinasi jika sewaktu-waktu gelombang semakin tinggi.
 
Petugas BPBD dibantu warga katanya, telah melakukan evakuasi untuk menyelamatkan harta benda warga. Bahkan, proses evakuasi telah dilakukan dengan melibatkan instansi terkait, termasuk jajaran Mapolres Sukabumi dan Makodim 0622 Sukabumi. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,