Polda Jabar Bongkar Praktik Perdagangan 18 Gadis ke Cina

Polda Jabar Bongkar Praktik Perdagangan 18 Gadis ke Cina

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto ungkap praktik perdagangan perempuan di Mapolda Jabar. (foto - Sindo)

Bandung - Sindikat  perdagangan orang  ke Cina dengan korban perempuan di bawah umur berhasil dibongkar jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Jawa Barat (Jabar). Empat orang tersangka diamankan, yakni TDD alias Vivi alias Cece, GCS alias Kiki alias Aki, YH alias Aan dan TMK alias A.
 
Berdasarkan keterangan Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, kasus itu terbongkar setelah tiga dari 18 korban berhasil kabur dari apartemen tempat mereka disekap, yakni Apartemen Green Hills di Jakarta. Korban didampingi kuasa hukumnya lalu melapor ke Polda Jabar.
 
Penyidik Ditreskrimum Polda Jabar langsung menggerebek apartemen dan menangkap tiga tersangka, yakni TDD alias Vivi alias Cece, YH alias A dan GC alias Aki. Sedangkan pelaku TMK alias Akiong alias Kiki kabur, sehingga ditetapkan sebagai buron atau dalam pencarian orang (DPO).
 
Menurut Agung, sindikat itu melibatkan dua warga negara asing (WNA), yakni TMK alias Akiong alias Kiki dan GC alias Aki. TDD alias Vivi alias Cece dan YH merupakan WNI keturunan Cina. Sedangkan 18 korban berasal dari Kabupaten Purwakarta, Bandung, Sukabumi, Tangerang, Jatim, Jateng, Jakarta, dan Republik Rakyat Tiongkok atau Cina.
 
"Tiga korban di antaranya masih di bawah umur," tegas Agung didampingi Direktur Reskrimum Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana dan Kabid Humas Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan di Mapolda Jabar, Kamis (26/7/2018).
 
Ia menjelaskan, sindikat itu memperdagangkan manusia selama satu tahun, sejak Desember 2017 hingga Juni 2018. Modus operandinya, tersangka TDD alias Vivi alias Cece bersama tersangka YH alias Aan merekrut perempuan muda cantik dari wilayah Jabar, dan beberapa daerah lain dengan dalih untuk dinikahkan dengan pria asal Cina.
 
Pelaku menjanjikan para korban hidup senang, mendapat uang bulanan dan diperbolehkan pulang ke Indonesia dua bulan sekali. Setelah korban bersedia, tersangka TDD alias Vivi alias Cece mendatangi para orangtua korban untuk tanda tangan persetujuan di atas materai. Para orangtua korban pun diberi uang masing-masing Rp 10 juta.
 
Korban lalu dibawa ke apartemen Green Hills Jakarta ditampung sambil diurus dokumennya, untuk diberangkatkan ke Cina. Dalam masa menunggu pengurusan dokumen selesai, korban diserahkan kepada tersangka GCS alias Aki dan TMK alias Akiong untuk diperkenalkan kepada pria Cina yang akan menikahi mereka.
 
Agung menyebutkan, dari 18 korban yang direkrut, 12 sudah diberangkatkan ke Kota Senzhen, Yunan dan Chengho Cina. "Sedangkan tiga orang berhasil kabur dan tiga diselamatkan dari Apartemen Green Hills. Dari 18 korban, 3 di antaranya anak di bawah umur," katanya.
 
Sesampainya di Cina, para korban mendapatkan perlakuan kekerasan dan dibatasi ruang geraknya. Sebagian korban disuruh bekerja dan dijual kembali kepada pria lain. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,