Fenomena Gerhana Bulan Terlama Abad Ini Sabtu Dinihari

Fenomena Gerhana Bulan Terlama Abad Ini Sabtu Dinihari

Perhatikan planet Mars yang berada di samping kiri Bulan. (foto - Astronomy Now)

Bandung - Masyarakat  kembali  bisa  menyaksikan  fenomena  gerhana  bulan  total,  Sabtu  dinihari ini. Fase  totalnya mulai pukul 02.30 hingga 04.13 WIB, sedangkan akhir gerhana akan terjadi pada pukul 05.19 WIB.
 
Gerhana bulan kali ini disebut-sebut sebagai yang terlama di abad ke-21, dengan durasi 1 jam 43 menit. "Gerhana nanti sebagai gerhana terlama, karena gerhana totalnya terjadi sekitar 103 menit," sebut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan Thomas Djamaluddin, Jumat (27/7//2018).
 
Menurut Thomas, gerhana itu disebut sebagai "Micro Blood Moon" karena pada akhir Juli posisi bulan berada pada jarak terjauh dari bumi sekitar 406 ribu km, sehingga purnama malam ini menjadi purnama terkecil. Dengan kata lain, para peneliti menyebut sebagai Micro Blood Moon atau gabungan antara Blood Moon dan Micro Moon.
 
Seluruh wilayah Indonesia bisa mengamati keseluruhan proses gerhana, terkecuali di Indonesia bagian timur. Selain gerhana bulan, ada fenomena lain yang bisa diamati, yakni melihat planet mars. Posisi planet Mars berada pada oposisi atau purnama mars.
 
Oleh karena itu, masyarakat bisa melihat planet Mars berwujud sebagai bintang terang di samping kiri bulan. "Jadi kita bisa melihat ada bintang terang di samping kiri bulan, saat bulan berada di langit barat itulah planet Mars," tegas Thomas.
 
Selain itu, ada pula fenomena hujan meteor. Saat kondisi bulan meredup, masyarakat bisa melihat fenomena hujan meteor. Menurutnya, akan ada sekitar 50 meteor yang jatuh per jam. Namun, untuk melihat hujan meteor diupayakan harus jauh dari paparan polusi cahaya.
 
Sementara itu, Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly menyatakan, gerhana bulan total dengan fase totalitas lebih lama baru akan terjadi lagi pada 9 Juni 2123, yang mencapai 106 menit. Itu pun tak bisa teramati dari Indonesia.
 
Ia mengatakan, gerhana bulan total lebih lama dan dapat diamati dari Indonesia, yakni gerhana bulan total pada 19 Juni 2141 yang mencapai 106 menit. Proses gehana bulan nanti malam dimulai saat piringan bulan mulai memasuki penumbra bumi, pukul 00.13 WIB.
 
Setelah itu, bulan akan meredup namun kecerlangan itu tidak dapat dideteksi oleh mata tanpa alat. Hanya dapat dideteksi dari hasil perbandingan perekaman antara sebelum gerhana dan setelah gerhana. (Jr.)**
.

Categories:Infotech,
Tags:,