Dosen UMJ yang juga Akuntan Publik Ditangkap di Tangerang

Dosen UMJ yang juga Akuntan Publik Ditangkap di Tangerang

Buronan kasus korupsi paling dicari oleh Kejari Langkat dan Kejari Simalungun ditangkap. (foto - ist)

Tangerang - Tim Intelijen Kejati Sumatera Utara menangkap seorang akuntan publik yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
 
Hasnil diamankan di kediamannya Jalan Mangga I No. 163 Kompleks PU Kelurahan Rengas Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan, Minggu (29/07) dinihari. Penangkapan buronan kasus korupsi itu paling dicari oleh dua Kejari di Sumut, yakni Kejari Langkat dan Simalungun.
 
Kasi Penkum Kejatisu Sumanggar Siagian menyebutkan, Hasnil terpidana dalam kasus korupsi penghitungan kelebihan Pembayaran Pajak Penghasilan PNS Tahun 2001 dan 2002 pada Sekretariat Kabupaten Langkat Tahun 2003, yang menimbulkan kerugian negara Rp1,2 miliar.
 
Tidak hanya di Langkat, ia juga terpidana dalam kasus yang sama di Simalungun pada 2008, dengan kerugian negara Rp 1,7 miliar dengan total kerugian Rp 2,9 miliar.
 
Menurut Sumanggar, atas hasil putusan MA untuk kasus di Langkat, Hasnil dihukum 6 tahun dan Simalungun selama 4 tahun penjara. Terpidana itu selama proses penyidikan hingga putusan MA awal 2018, tidak ditahan, bahkan selama ini selain berprofesi sebagai akuntan publik juga seorang dosen.
 
Pada kasus ini, Hasnil tidak sendirian, ia juga menyeret mantan Sekda Langkat, Surya Djahisa dan juga mantan Sekda Simalungun Abdul Muis Nasution. Keduanya sudah menjalani masa hukuman.
 
Sumanggar menyebutkan, penangkapan itu berawal dari informasi tentang aktivitas terpidana sebagai dosen di UMJ dan warga, di mana terpidana pernah bermukim di kawasan Jalan Kompleks Mabad 60 Nomor D-47.
 
Dari kedua lokasi itu didapat informasi keberadaan terpidana dan kemudian Tim Intel Kejatisu dipimpin Asintel Kejatisu, Leo Simanjuntak langsung memimpin penangkapan di tempat kediaman terpidana yang baru di kawasan Tangerang Selatan. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,