Sebagian Besar Warga Lombok Bertahan di Penampungan

Sebagian Besar Warga Lombok Bertahan di Penampungan

Sebagian besar korban gempa Lombok belum berani kembali ke rumah, mereka bertahan di penampungan. (foto - BNPB)

Lombok - Sebagian besar warga Lombok Nusa Tenggara Barat  (NTB)  masih belum berani  kembali ke rumah mereka masing-masing, pasca guncangan gempa bumi berkekuatan 6,4 pada skala Richter Minggu 29 Juli.
 
"Mereka masih trauma sebagian besar belum berani masuk ke rumahnya. Mereka masih tinggal di lapangan, di pos-pos pengungsian," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB Jakarta, Senin (30/7/2018).
 
Meski goncangan yang dialami warga hanya 10 detik, gempa tersebut telah merusak sejumlah rumah dan sebagian roboh. "Banyak bangunan roboh menimpa warga hingga meninggal dunia," katanya.
 
Menurutnya, wilayah yang mengalami dampak terparah akibat gempa tersebut, yakni Lombok Timur dan Lombok Utara. bahkan, pada Senin 30 Juli pagi pun masih terjadi gempa susulan. Tercatat ada sebanyak 276 kali gempa susulan dengan intensitas kecil.
 
BNPB mencatat, hingga Senin 30 Juli siang, korban tewas akibat bencana gempa bumi 6,4 SR mencapai 16 orang. Perinciannya empat orang meninggal di Lombok Utara, seorang meninggal di Gunung Rinjani dan 11 orang meninggal di Lombok Timur.
 
Adapun korban yang mengalami luka-luka di Lombok Utara dan Lombok Timur mencapai sebanyak 355 orang, dan jumlah warga yang diungsikan sebanyak 5.141 orang.
 
Data sementara, jumlah bangunan yang rusak di NTB tercatat mencapai 1.454 unit rumah, tujuh unit fasilitas pendidikan, lima unit fasilitas kesehatan dan 22 fasilitas ibadah.
 
Sementara itu, Gubernur NTB Zainul Majdi telah menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana di wilayahnya selama lima hari, sejak 29 Juli hingga 2 Agustus 2018. Penetapan masa tanggap darurat akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,