139 TKI Ilegal Dideportasi oleh Pemerintah Malaysia

139 TKI Ilegal Dideportasi oleh Pemerintah Malaysia

Pemerintah Malaysia mendeportasi sebanyak 139 TKI Ilegal lewat Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang. (foto - ist)

Tanjungpinang - Sedikitnya 139 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bermasalah dideportasi pemerintah Malaysia, lewat Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Rabu (1/8/2018) sore. Para TKI itu pulang secara mandiri menggunakan kapal Gembira 3 dari Pelabuhan Pasir Gudang Johor Bahru Malaysia.Kepala Pos Imigrasi
 
Pelabuhan Internasional SBP Daniel Maxrinto menyatakan, sebelumnya pihak imigrasi menerima pemberitahuan dari Kosulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Bahru Malaysia, ada TKI dideportasi.
 
Ia menyatakan, TKI yang dipulangkan terdiri atas 124 laki-laki dan 25 perempuan. Setelah didata, para TKI itu langsung diserahkan ke dinas sosial setempat. "Setelah didata di imigrasi pelabuhan, mereka lalu diserahkan ke pihak dinas sosial," kata Daniel di Pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang.
 
Salah satu TKI bermasalah asal Majalengka, Radyah dipulangkan karena dokumen resmi kerja di Malaysia tidak lengkap. Selama tujuh bulan di Malaysia, ia dipenjara selama empat bulan atas pelanggarannya. Ia bekerja di Malaysia sebagai pembantu rumah tangga. "Saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Saya dipulangkan karena tidak memiliki dokumen resmi. Paspor saya ditahan oleh majikan," katanya.
 
Sementara Maksum, TKI asal Lombok Timur Nusa Tenggara Barat mengaku dipenjara selama empat bulan karena ditangkap saat bekerja di kebun sawit. Menurutnya, ia dipulangkan dari Malaysia karena tidak memiliki dokumen resmi. Ia masuk Malaysia secara ilegal. "Saya di Malaysia baru tiga bulan kerja ditangkap, baru ditahan selama empat bulan. Ditangkap karena tidak ada dokumen masuk Malaysia," kata Maksun.
 
Koordinator Pemulangan WNI Migran Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial Pitter M Matakena mengatakan, mereka yang dideportasi rata-rata karena menyalahgunakan paspor dan tidak memiliki dokumen resmi untuk bekerja di Malaysia.
 
"Mayoritas masuk Malaysia menggunakan paspor pelancong, tapi malah bekerja. Ada juga yang tidak memiliki surat resmi untuk kerja," kata Pitter. Para TKI itu akan ditampung di Rumah Penampungan Trauma Centre (RPTC) Tanjungpinang.
 
Untuk pemulangan ke daerah asal mereka, mereka akan segera dipulangkan ke kampung halamannya.  "Kalau pemulangan ke daerah asal belum tahu kapan. Namun akan secepatnya kita pulangkan," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,