Polemik Dicabutnya Beasiswa Arnita, IPB Berikan Klarifikasi

Polemik Dicabutnya Beasiswa Arnita, IPB Berikan Klarifikasi

Arnita Rodelina Turnip. (foto - Facebook)

Bogor - Belakangan nama Arnita Rodelina Turnip mendadak jadi buah bibir. Ia salah seorang mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB), yang beasiswanya diputus oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun Sumatera Utara.
 
Wakil Rektor Satu Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB Drajat Martianto menilai, Arnita Rodelina Turnip merupakan mahasiswi aktif saat masih mengikuti proses belajar di IPB. "Secara pribadi, saya baru bertemu sekali, anaknya baik dan sopan," kata Drajat.
 
Menurutnya, Arnita memiliki akademik yang sedang-sedang saja, di mana IPK semester satu, 2.71 cukup lumayan. "Artinya, dia bisa mengikuti proses belajar di IPB dengan cukup baik".
 
Sebelumnya, Institut Pertanian Bogor (IPB) memberikan klarifikasi terkait dengan adanya mahasiswanya bernama Arnita Rodelina Turnip yang diputus beasiswanya oleh Pemkab Simalungun.
 
Menurut Biro Komunikasi Institut Pertanian Bogor, ada penjelasan aspek Administrasi Akademik mahasiswi Arnita Rodelina Turnip. Awal September 2016, IPB menerima surat pemberitahuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, berisi Pemkab Simalungun tidak lagi memberi dana kepada lima mahasiswa IPB penerima Beasiswa Utusan Daerah (BUD) Kabupaten Simalungun karena alasan DO.
 
"Sementara salah satu mahasiswa yang juga dihentikan beasiswanya, yakni Arnita Rodelina Turnip namun tidak disebutkan alasannya," tulis pernyataan tertulisnya. Kabarnya, pemutusan kucuran beasiswa tersebut dilatarbelakangi sikap Arnita yang memilih pindah agama.
 
Sementara Lisnawati, ibu Arnita pun ikut perjuangkan beasiswa anaknya agar dipulihkan kembali oleh Pemkab Simalungun. Ia pun telah menghadap Bupati Simalungun melalui bantuan seorang ASN.  Namun, keluhannya tidak mendapat respons baik dari sang bupati.
 

"Saat saya bertemu bapak bupati, tampaknya beliau sudah kenal nama anak saya. Tapi tidak dapat respons baik," katanya. Tak hanya sampai di situ, ia juga datang menemui gubernur Sumut. Di Kota Medan, ia bahkan harus menginap di masjid satu malam agar keesokan hari bisa menemui Gubernur Tengku Erry Nuradi.

 

 

"Bapak Gubernur responsnya baik. Saya diarahkan ke sekda, berharap anak saya dapat beasiswa dan tetap bisa melanjutkan kuliah di IPB. Namun ternyata belum ada program beasiswa untuk mahasiswa, yang ada masih sampai SMA," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,