Rita Widyasari Divonis 10 Tahun Mendekam di Pondok Bambu

Rita Widyasari Divonis 10 Tahun Mendekam di Pondok Bambu

Rita Widyasari divonis 10 tahun langsung dieksekusi ke Lapas Pondok Bambu. (foto - ist)

Jakarta - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif Rita Widyasari diganjar hukuman 10 tahun penjara, Jumat (3/8/2018). Rita Widyasari pun langsung dieksekusi ke Lapas Perempuan Pondok Bambu Jakarta Timur.
 
"Terhadap Rita Widyasari telah dilakukan eksekusi ke Lapas Perempuan Pondok Bambu sejak Juli 2018," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan. Meski sudah dieksekusi ke Lapas Pondok Bambu, penyidikan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) Rita masih dilakukan.
 
Rita memang dijerat kasus TPPU yang nilainya mencapai Rp 436 miliar. "Penyidikan dugaan TPPU masih terus dilakukan KPK," kata Febri.
 
Rita Widyasari divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan. Rita terbukti menerima uang gratifikasi Rp 110.720.440.000, terkait perizinan proyek pada dinas Pemkab Kukar.
 
Rita melakukan perbuatan itu bersama Khairudin, yang divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Peran Khairudin sebagai Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB), yang juga anggota Tim 11 pemenangan Bupati Rita, adalah pihak yang ikut menerima gratifikasi.
 
Khairudin awalnya anggota DPRD Kukar saat Rita Widyasari mencalonkan diri sebagai Bupati Kukar periode 2010-2015. Rita pun menerima uang suap Rp 6 miliar, terkait pemberian izin lokasi perkebunan sawit. Uang suap itu diterima dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun alias Abun. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,