Mayat Risma Ditemukan Telah Membusuk di Kontrakan Depok

Mayat Risma Ditemukan Telah Membusuk di Kontrakan Depok

Rumah kontrakan Risma Sitinjak dipasangi garis polisi. (foto - ist)

Depok - Penemuan mayat perempuan di rumah kontrakan menggegerkan warga Kelurahan Sukatani Kecamatan Tapos Kota Depok. Perempuan bernama Risma Sitinjak itu, diduga tewas setelah mengalami penganiayaan.

Jasad Risma ditemukan pada Sabtu 11 Agustus 2018 sekitar pukul 23.00 WIB. Ketua RT 05 Ican Teong (41) menyatakan, informasi penemuan mayat berasal dari warga. Awalnya, rumah kontrakan didatangi oleh dua pria yang merupakan teman korban. Mereka mendobrak pintu dan mendapati jasa korban.

Penemuan itu membuat keduanya berteriak dan menangis. Tak ayal, warga pun langsung berdatangan. "Warga baru tahu ada mayat," kata Ican, Senin (13/8/2018). Setelah pintu didobrak, warga mencium bau dari dalam rumah kontrakan itu.

Tubuh Risma telah membengkak dan diperkirakan telah tewas sekitar tiga hari lalu. Saat ditemukan, tubuh korban dalam posisi terlentang di atas tempat tidur.‎ Polisi pun berdatangan untuk melakukan penyelidikan. Mayat korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Jakarta Timut untuk otopsi. 

Ican mengaku, ia tak mengetahui banyak sosok Risma. Pasalnya, perempuan itu baru menempati rumah kontrakan dua bulan lalu. Ia pindah bersama suaminya yang berprofesi sebagai ojek online. Korban dan suaminya jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.

Identitas yang dilaporkan dan diberikan pasangan suami istri itu surat pemberkatan pernikahan. Mereka tak memberikan KTP atau identitas lainnya. Namun kecurigaan mengarah pada suaminya bernama Yeremia Sitompul.

Suami korban terbilang misterius karena jarang terlihat di rumah. Bahkan saat jasad Risma ditemukan, sang suami ternyata tak berada di rumah kontrakan. Kecurigaan pun menguat karena pasangan suami itu sempat bertengkar, pada Kamis 9 Agustus 2018 dinihari.

Pertengkaran itu membuat Hansip yang tengah berjaga di pos keamanan turun tangan untuk melerai. "Permasalahannya kita enggak tahu," katanya. Sejauh ini, polisi masih menyelidiki dan menggelar olah tempat kejadian perkara.

"Berdasarkan hasil tim identifikasi, diduga ada kejanggalan kematian korban," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Khusus Polresta Depok Ajun Komisaris Firdaus. Penemuan korban, bermula ketika seorang kawannya bermimpi. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,