Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur Rusak Pasca-Gempa

Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur Rusak Pasca-Gempa

Kerusakan di gerbang masuk Pelabuhan Kayangan Lombok Timur. (foto - ist)

Lombok - Pelabuhan  Kayangan di  Lombok Timur  Nusa Tenggara Barat  (NTB)  mengalami  rusak berat,  setelah kembali diguncang gempa berkekuatan 7,0 pada skala Richter (SR), Minggu malam sekitar pukul 21.56 WIB.
 
Pusat gempa berada di 30 kilometer (km) arah timur laut Lombok Timur dengan kedalaman 10 km. Dalam kurun kurang dari 1 jam berikutnya, 3 gempa susulan kembali menerjang dengan kekuatan bervariasi antara magnitudo 5,0 hingga 5,8 SR.
 
Getaran gempa dirasakan kuat di beberapa kota dan kabupaten sekitar lokasi kejadian. "Akibat gempa semalam, Pelabuhan Kayangan rusak berat dan untuk sementara tak dapat difungsikan untuk sementara waktu," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi, Senin (20/8/2018).
 
Menurut Budi, kerusakan infrastruktur dan fasilitas Pelabuhan Kayangan Lombok Timur meliputi causeway  dan trestle di dermaga 2 mengalami penurunan dan dalam keadaan retak. Selain itu lapangan parkir yang berada dekat dermaga 1 mengalami retak sebagian.
 
"Pascagempa petugas di pelabuhan meninggalkan lokasi dan listrik dalam keadaan dipadamkan. Oleh karena itu, sejak gempa terjadi tidak ada layanan pelayaran di Pelabuhan Kayangan,” katanya. Untuk sementara kegiatan di Pelabuhan Kayangan hanya sebatas bongkar muatan dari Pelabuhan Poto Tano.
 
"Karena masih ada guncangan kecil akibat gempa yang masih terasa pagi ini, kami tetap memantau kondisi terkini di lokasi gempa dan Pelabuhan Kayangan. Semoga kerusakan yang ada dapat segera diperbaiki dan dapat beroperasi dengan normal kembali," tegas Budi.
 
Berdasarkan data sementara dari Posko BNPB hingga Senin 20 Agustus pukul 10.45 WIB, tercatat 10 orang meninggal dunia, 24 orang luka-luka, 151 unit rumah rusak (7 rusak berat, 5 rusak sedang, 139 rusak ringan) dan 6 unit fasilitas ibadah.
 
"Ini adalah data sementara. Kendala listrik padam total menyebabkan komunikasi dan pendataan terhambat," kata Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Dari 10 orang meninggal dunia berasal dari Kabupaten Lombok Timur 4 orang, Sumbawa Besar 5 orang dan Sumbawa Barat 1 orang.
 
Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, ESDM dan relawan masih melakukan evakuasi. Saat  gempa  mengguncang masyarakat banyak yang berada di luar rumah dan di pengungsian sehingga tidak menimbulkan banyak korban jiwa. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,