Hutan Terbakar di Gunung Lawu Meluas ke Tiga Kabupaten

Hutan Terbakar di Gunung Lawu Meluas ke Tiga Kabupaten

Areal hutan yang terbakar di kawasan Gunung Lawu meluas hingga ke 3 kabupaten. (foto - ist)

Magetan - Kebakaran  kawasan  hutan di sekitar Gunung Lawu  Kabupaten Magetan terus meluas hingga ke tiga wilayah kabupaten di  Jawa Tengah dan Jawa Timur, Rabu (22/8/2018).
 
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan Fery Yoga Saputra menyebutkan, api menjalar meluas ke wilayah Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.
 
Sementara itu kebakaran di wilayah Kabupaten Ngawi dan Magetan Jawa Timur terjadi sejak Minggu 20 Agustus. "Di sekitar Pos 4 jalur pendakian Gunung Lawu melalui Candi Cetho Karanganyar Jawa Tengah kobaran api terus membesar," katanya.
 
Menurut Fery, relawan di jalur pendakian Candi Cetho melaporkan titik api sudah sampai kawasan Pruso dan di atas Pos 4 jalur Cetho. Bahkan, petugas dan relawan sudah berusaha melakukan pemadaman, namun api sulit dipadamkan karena keterbatasan peralatan dan kondisi medan yang sulit terjangkau.
 
"Petugas dan relawan yang melakukan pemadaman dari Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu DS, Satuan Tugas Pemadam Kebakaran, relawan Paguyuban Giri Lawu, Anak Gunung Lawu (AGL) dan komunitas relawan lainnya," katanya.
 
Fery menjelaskan, hingga sekarang ini jalur pendakian menuju puncak Gunung Lawu masih ditutup. "Jalur pendakian untuk sementara waktu ditutup oleh anggota BPBD sampai kondisi di sekitar dinyatakan aman," tambahnya.
 
Angin yang bertiup kencang dan tanaman semak belukar yang mudah terbakar membuat petugas kesulitan memadamkan api yang membakar. Sedikitnya titik api dijumpai di kawasan Jogorogo dan Bedagung, Penakan, Jogorogo, Kabupaten Ngawi hingga memasuki pos pendakian Cetho di kawasan Karanganyar Jawa Tengah.
 
"Hari Kamis 23 Agustus tim kita akan melakukan pemadaman kembali dengan cara pembuatan jalur bakar baru (ring api), sehingga diharapkan tidak melebar," tegasnya. Pihaknya tak mau ambil risiko dengan mengizinkan pendakian, karena titik api masih bermunculan. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,